Lihat ke Halaman Asli

Menyambut Pendidikan di Era Digital Sociaty 5.0

Diperbarui: 11 Juni 2022   21:48

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Gadget. Sumber ilustrasi: PEXELS/ThisIsEngineering

Konsep revolusi industri 5.0 adalah konsep yang secara mendasar bisa mengganti cara kita hidup, bekerja, dan  berhubungan satu dengan yg lain. 

di era 5.0, industri mulai menyentuh dunia impian, berbentuk konektivitas insan, mesin serta data, semua telah ada di mana-mana, dikenal dengan kata Internet of Things (IoT). Industri 5.0 telah memperkenalkan teknologi produksi massal yang fleksibel, mesin akan beroperasi secara independen atau berkoordinasi menggunakan manusia, mengontrol proses produksi dengan melakukan sinkronisasi saat menggunakan melakukan penyatuan serta penyesuaian produksi. salah  satu karakteristik unik dari industri 5.0 artinya pengaplikasian kecerdasan sintesis atau artificial intelligence (AI).

Berkembangnya era revolusi industri 5.0 tentunya berdampak pada global pendidikan. Era revolusi industri 5.0 sudah membarui cara berpikir perihal pendidikan. Perubahan yg dibuat bukan hanya cara mengajar, tetapi yang terpenting artinya perubahan dalam perspektif konsep pendidikan itu sendiri. oleh karena itu, pengembangan kurikulum buat saat ini dan  masa depan wajib  melengkapi kemampuan siswa dalam dimensi pedagogik, keterampilan hidup, kemampuan buat hidup bersama (kerja sama) dan  berpikir kritis serta kreatif. menyebarkan soft skill dan  transversal skill, serta keterampilan tidak terlihat yang berguna dalam banyak situasi kerja seperti keterampilan interpersonal, hayati beserta, kemampuan sebagai rakyat negara yang berpikiran dunia, dan  literasi media dan  berita.

Revolusi industri 5.0 dalam global pendidikan menekankan di pendidikan karakter, moral, dan  keteladanan. Hal ini dikarenakan ilmu yg dimiliki dapat digantikan oleh teknologi sedangkan penerapan soft skill maupun hard skill yg dimiliki tiap peserta didik tidak dapat digantikan sang teknologi. dalam hal ini dibutuhkan kesiapan dalam hal pendidikan berbasis kompetensi, pemahaman dan  pemanfaatan IoT (Internet of Things), pemanfaatan virtual atau augmented reality serta penggunaan dan  pemanfaatan AI (Artifical Intelligence).

Pengembangan kurikulum juga merupakan salah satu hal yang mampu mengarahkan serta membentuk karakter siswa supaya siap menghadapi revolusi industri 5.0. buat memastikan kurikulum berjalan secara optimal, guru wajib  memiliki kompetensi yaitu educational competence, competence for technological commercialization, competence in globalization, competence in future strategies serta counselor competence. pengajar juga perlu memiliki sikap yang bersahabat menggunakan teknologi, kolaboratif, kreatif dan  mengambil risiko, mempunyai selera humor yg baik, dan  mengajar secara menyeluruh (holistik).

Pembelajaran berpusat kepada siswa (student-centered learning), dengan kerja sama pembelajaran (collaborative learning), serta terintegrasi dengan warga  artinya hal yang perlu dipertimbangkan oleh sekolah serta guru dalam menyelenggarakan proses pembelajaran yang bisa mengarahkan serta membuat karakter peserta didik. Cara-cara seperti (1) flipped classroom, (dua) mengintegrasikan media umum, (3) Khan Academy, (4) project-based learning, (lima) moodle, serta (6) schoology, ataupun yang berbasis teknologi lainnya bisa diintegrasikan ke pada proses pembelajaran tadi sehingga peserta didik dekat dengan teknologi serta bisa turut dan  mengkaji serta mengimbangi revolusi industri 5.0 pada bidang teknologi.

Selain peran siswa dan  teknologi, energi pendidik yang professional dan  berkompeten juga akan sangat berpengaruh buat masa depan dunia kependidikan pada era revolusi industri 5.0. energi pendidik pada era society 5.0 wajib  memiliki keterampilan yang baik dibidang digital dan  juga berpikir kreatif. seorang pengajar dituntut buat lebih inovatif dan  bergerak maju pada kegiatan pembelajaran di kelas. oleh sebab itu terdapat 3 hal yg harus dimanfaatkan pendidik pada era society 5.0 seperti yang telah dijelaskan diatas diantaranya Internet of Things di dunia pendidikan (IoT), virtual/Augmented Reality pada dunia pendidikan, Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) yang bisa dipergunakan buat membantu mengidentifikasi kebutuhan pembelajaran yg dibutuhkan oleh energi pelajar dan  peserta didik tentunya.

Selain hal tadi energi pendidik pula wajib  memiliki kecakapan serta memiliki kemampuan leadership, digital literacy, communication, entrepreneurship, serta masalah solving. karena zaman yg semakin maju ditambah lagi pada era revolusi industri 5.0 disemua sektor akan menjadi lebih maju. Jika dunia Pendidikan tidak dipersiapkan dan  mengikuti perkembangan zaman yg begitu pesat, maka pendidikan di Indonesia akan sangat tertinggal jauh. tenaga pendidik di abad society 5.0 ini wajib  menjadi pengajar penggerak yang mengutamakan anak didik, inisiatif buat melakukan perubahan terutama buat peserta didik, mengambil tindakan tanpa terdapat yg menyuruh, serta terus berinovasi dan  keberpihakan pada peserta didik.

pada era 5.0, industri mulai menyentuh global virtual, berbentuk konektivitas insan, mesin dan  data, seluruh sudah ada di mana-mana, dikenal menggunakan istilah Internet of Things (IoT). Industri 5.0 sudah memperkenalkan teknologi produksi massal yg fleksibel, mesin akan beroperasi secara independen atau berkoordinasi dengan manusia, mengontrol proses produksi menggunakan melakukan sinkronisasi saat dengan melakukan penyatuan serta penyesuaian produksi. galat satu ciri unik berasal industri 5.0 artinya pengaplikasian kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Berkembangnya era revolusi industri 5.0 tentunya berdampak pada dunia pendidikan. Era revolusi industri 5.0 sudah mengubah cara berpikir wacana pendidikan. Perubahan yang dibuat bukan hanya cara mengajar, namun yg terpenting adalah perubahan dalam perspektif konsep pendidikan itu sendiri. sang sebab itu, pengembangan kurikulum buat ketika ini serta masa depan wajib  melengkapi kemampuan peserta didik dalam dimensi pedagogik, keterampilan hayati, kemampuan buat hayati bersama (kolaborasi) dan  berpikir kritis dan  kreatif. menyebarkan soft skill serta transversal skill, dan  keterampilan tidak terlihat yang berguna dalam banyak situasi kerja mirip keterampilan interpersonal, hayati bersama, kemampuan menjadi warga  negara yg berpikiran dunia, dan  literasi media serta gosip.

namun sebenarnya Revolusi Industri 5.0 bukanlah hal baru. karena artinya antithesis berasal Revolusi Industri 4.0, era yang kembali di masa industri. kolaborasi insan dan  teknologi dan  digital semakin nyata. poly robot yang sudah mulai diarahkan buat berkolaborasi dan  bersentuhan eksklusif dengan manusia. bisa dibayangkan dibidang pendidikan insan serta robot akan berkolaborasi dalam proses pembelajaran, baik pada ruang kelas nyata maupun impian seperti kini   ini. peserta didik bisa saja berhadapan menggunakan robot yg dikendalikan pendidik. tetapi, menggunakan adanya sistem yg baru di era ini kiprah pengajar tidak akan terganti oleh teknologi. sebab disini terdapat peran pengajar yg tidak akan pernah mampu digantikan oleh teknologi, diantaranya adalah hubungan secara langsung pada kelas, ikatan emosional antara guru dan  siswa, serta jua penanaman karakter dan  teladan seorang pengajar.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline