Lihat ke Halaman Asli

Serunya Mengenal Budaya Lokal Melalui Media Film di SDN 126 Babakan Bandung- KKN Tematik UPI 2022 Kelompok 48

Diperbarui: 8 Agustus 2022   18:49

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pengenalan budaya lokal melalui media film (Dokpri)

Bandung - Jumat (22/07), Mahasiswa KKN Tematik UPI angkatan 2022 telah melaksanakan salah satu kewajiban kami sebagai seorang mahasiswa, yaitu melestarikan dan menggali potensi budaya daerah. 

Target dari pelestarian tersebut adalah anak-anak sekolah dasar. Anak pada tingkat sekolah dasar merupakan sasaran yang tepat karena pada usia tersebut tumbuh kembang sang anak yang semangat dalam mempelajari hal-hal baru.

Kegiatan penayangan film (Dokpri)

SDN 126 Babakan merupakan salah satu sekolah yang mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan kegiatan pelestarian budaya tersebut. Sebelum penayangan film, diadakan juga presentasi yang disampaikan oleh kelompok KKN 48 mengenai budaya Sunda. 

Budaya Sunda tersebut berupa kesenian wayang golek dan alat musik tradisional Angklung. Seperti yang kita tahu, kedua budaya Sunda tersebut merupakan budaya yang sangat dikenal. Namun, tak sedikit juga yang kurang atau bahkan tidak mengetahui budaya tersebut.

Kegiatan penayangan film (Dokpri)

Kegiatan presentasi dan penayangan film di SD Negeri 126 Babakan diadakan bebarengan dengan kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Kegiatan presentasi dan pemutaran film ini dihadiri oleh 5 jenjang kelas berbeda, yaitu mulai dari kelas 2 hingga kelas 6. 

Selama kegiatan presentasi berlangsung, terlihat anak-anak SDN Babakan 126 sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Nurdin, salah satu siswa kelas 6A SDN Babakan mengatakan bahwa sebelumnya dia belum mengetahui ada banyak sekali jenis wayang. Namun, setelah penyampaian materi, dia langsung bisa mengenali jenis-jenis wayang dan asal daerahnya.

Menonton pertunjukkan angklung

Setelah melaksanakan kegiatan presentasi dan tanya jawab, barulah pemutaran film dilakukan. Thomas Dida selaku ketua kelompok KKN 48 mengatakan bahwa ada dua film yang cocok untuk diputar untuk anak sekolah dasar. Yang pertama adalah film animasi anak-anak dan yang kedua adalah film pendek yang memiliki tokoh utama seorang anak kecil seumuran dengan mereka.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline