Lihat ke Halaman Asli

Reliska WinkaIssafila

Penyuka aksara

Reform in Islamic Education for The Contribution of Bachelor

Diperbarui: 8 Juli 2020   13:00

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

https://kupang.tribunnews.com/2015/11/24/asal-sarjana 

Pendidikan islam sejak lama menarik banyak kalangan  untuk membuat berbagai diskusi dan perbincangan dari yang santai hingga serius. Dengan tema-tema yang beragam pun akhirnya menjadi pembahasan dari seminar hinga kelas internasional bahkan dalam bentuk publikasi. Hal ini tentu menjadi keunggulan untuk memformulasikan kajian yang dinamis dalam pendidikan Islam. 

Awal mulanya diadakan "First World Conference on Muslim Education" yang berlangsung di Makkah pada tahun 1997. Sejak saat itu diadakan kegiatan yang hampir sama. Seperti kegiatan tahun 2011 yaitu konferensi internasional Reform in Islamic Education di universitas Cambridge. Lalu, disebutkan bahwa reformasi dalam pendidikan Islam adalah salah satu proyek yang utama dari pembaharuan dan reformasi Islam, untuk masyarakat muslim sejak awal abad kedua puluh dan seterusnya.

Reformasi di bidang pendidikan Islam pun mengalami kontra dari beberapa masyarakat Muslim yang menaruh curiga bahwa reformasi hanya akan mengarahkan siswa Muslim untuk menjauh dari Islam dan teralihkan pada paham sekularisme. Namun, pada peristiwa 9 September 2001 di Amerika Serikat, gagasan dan upaya reformasi pendidikan Islam sebenarnya mendapatkan sebuah momentum baru. Jika di tinjau lebih lanjut, akar penyebab radikalime dikalangan umat Islam adalah pendidikan Islam yang dianggap sebagai institusi kuno merupakan salah satu unsur yang penting.

Memaknai Reformasi Pendidikan Islam

Gagasan reformasi islam yang dilihat dari sudut pandang pemikiran adalah usaha mengungkapkan nilai-nilai yang essensial dan menjelaskan hal yang berkaitan erat dengan Islam yang disalahtafsirkan orang ;   atau suatu pemikiran dan metode atau sistem yang berdasarkan atas kritik yang konstruktif  yang hanya mengakui nilai Islam untuk menuntun umat Islam. 

Berlangsungnya reformasi pendidikan islam di Indonesia pun dimaknai melalui perjalanannya berbeda dari Negara lainnya yakni terjadinya kolaborasi peran serta Negara dan masyarakat. Sebelumnya lahir dari kesadaran masyarkat pada pendidikan Islam di Indonesia. Kedua belah pihak ini pun saling mendukung, sehingga dapat dilihat banyak pendidikan Islam yang terlembagakan secara formal.

Landasan Pembaharuan pendidikan Islam

Orientasi  segi keilmuan yang dikembangkan pendidikan Islam pada ranah theosentris ilmu-ilmu ketuhanan namun kurang peduli pada ranah antrophosentris yaitu ilmu-ilmu umum dan kealaman. Kondisi ini terus berlanjut dengan nuansa kenormatifannya-sedang bersamaan pintu ijtihad ditutup menganggap segala hal sudah final. Sedangkan, barat sudah mulai beralih kepada antroposentris dan ilmu-ilmu profan hingga melahirkan beragam penemuan baru. Hasil pendidikan yang demikian dipastikan tidak menghasilkan ilmuwan muslim yang dapat membangunkan tidur panjang Islam dari lemahnya penguasaan ilmu pengetahuan.

Resistensi terhadap pembaharuan pendidikan Islam

Di Indonesia, gelombang pembaharuan juga sebelumnya sudah terjadi di dunia Islam lainnya pada abad ke 19. Arah baru pendidikan yang ditawarkan Abduh, Jamaluddin Al Afghani, Fazlurrahman, dan oleh beberapa intelektual muslim selalu menghadapi resistensi di setiap masa. Ada yang mampu kesadaran  membuka masyarakat namun ada pula yang belum mampu berbuat banyak karena kuatnya penguasa dan arus dominan penolakan pada waktu itu.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline