Lihat ke Halaman Asli

Romly Lengkoan

Menulis cerita.

Puisi | Hari Kemarin yang Merisaukan

Diperbarui: 17 November 2019   04:59

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dok. Pribadi

DI TANAH INI 

Ia sedang berdiri memandang
hamparan tanah kering
ketika angin menceritakan padanya
kebahagiaan saat hujan turun

Waktu-waktu seperti itu
pohon-pohon membuka
mata hijau mereka di ujung
ranting-ranting

Bunga-bunga tersenyum warna-warni
dan di atas tanah tumbuh
rumput hijau mengalasi
dunia bermain anak-anak

Ia kemudian meneteskan air mata,
menarik nafas dan tersenyum
Ia pun bercerita pada angin
kebahagiaan sehabis hujan

Waktu-waktu seperti itu
semua orang bergembira
Para lelaki mencangkul
para wanita menaruh bibit dan
anak-anak bisa bersekolah.

(Gandasari, 2019)

HARI KEMARIN YANG MERISAUKAN

Gurun bersiul panjang
pertanda badai pasir
datang menggantikan angin

Hari ini kita pulang
bersama harapan tipis
tentang hari esok yang, jika memungkinkan,
akan jadi lebih baik.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline