Lihat ke Halaman Asli

Petrus Kanisius

TERVERIFIKASI

Belajar Menulis

Si Kayu Besi, Kian Langka tapi Banyak Diminati

Diperbarui: 3 Juli 2018   19:01

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kayu Besi atau Ulin tubuhnya yang kuat, semakin diminati namun keberadaanya semakin rentan. Foto dok. Petrus Kanisius

Tak salah kiranya orang menyebutnya kayu besi (ironwood) karena keistimewaannya yang bisa bertahan lama dan boleh dikata kekuatannya dapat mengalahkan besi. Akan tetapi ada kekhawatiran terkait keberadaannya yang semakin rentan saat ini.

Besi bisa berkarat dan rapuh apabila dibiarkan pada keadaan hujan dan panas sepanjang tahun. Sedangkan kayu besi pada situasi hujan dan panas justru membuatnya semakin kuat dan tahan lama.

Dulu Kalimantan menjadi surga tumbuhnya si kayu besi. Walau masih ada saat ini, namun yang pasti sudah atau telah semakin jauh berkurang alias langka.

Sewaktu pulang liburan panjang (libur hari raya Idul Fitri) kemarin, saya dan teman saya Simon Tampubolon berkesempatan mengunjungi bekas pekarangan rumah kami 20 tahun lalu untuk melihat tanam tumbuh (aneka tanaman yang ditanam) kakek-nenek dan bapak-ibu. Saya menjumpai beberapa tunas baru tanam tumbuh si kayu besi. Kayu yang memiliki keistimewaan dan kekhasan. Demikian banyak orang mengatakan tentang tanaman ini.

Ternyata, tanaman si kayu besi/ulin yang sudah bertunas baru tersebut merupakan tanaman yang ditanam oleh Almarhum bapak ketika masih anak-anak menjelang remaja atau sekitar 36-50 tahun lalu. Demikian paman memberi tahu kepadaku. Tunas-tunas baru pohon ulin tersebut merupakan anakan dari pohon ulin yang ditebang pada tahun 2015 silam.

Alasan mengapa pohon ulin tersebut ditebang, alasannya karena bapakku meninggal dunia. Jadi pohon ulin tersebut pun dikorbankan pula untuk bahan pembuatan salib, bahan penutup liang lahat (sebagai bahan bangunan kuburan almarhum bapak).

Tidak bisa disangkal, si kayu besi/ulin menjadi bahan utama bangunan untuk pondasi rumah bagi masyarakat pedalaman atau pun juga perkotaan membutuhkan/memerlukan kayu yang kuat dan tahan lama (tidak mudah diserang penyakit ataupun lapuk).

Kayu besi atau kayu ulin/belian, demikian sebagian besar masyarakat Kalimantan menyebutnya. Sedangkan dalam bahasa latinnya kayu ulin/kayu besi disebut Eusideroxylon zwageri Teijsm & Binned, selalu menjadi primadona karena kekuatannya sebagai salah satu bahan bangunan yang boleh dikata sebagai penyebab utama si Kayu besi semakin langka.

Kayu kelas 1, sebutan lain kayu ulin. Mungkin jika boleh disebut kayu lain belum bisa menandingi kayu ulin/kayu besi. Besi bisa berkarat tetapi kayu besi tak usang dan tahan lama hingga puluhan tahun hingga ratusan tahun.

Tidak salah jika masyarakat di Pedalaman menyebutkan Kayu besi/ulin sebagai pohon yang kayunya memiliki keistimewaan dan kekhasan. Keistimewaannya selain ia kuat mungkin sekuat besi namun juga tahan, tetapi juga memiliki makna dan arti yang sangat tinggi bagi masyarakat di pedalaman, lebih khusus masyarakat Kalimantan.

Pada masyarakat di Kampung di Pedalaman Kalimantan misalnya, memiliki tata aturan yang baik dalam upaya melestarikan tanaman ini. Misalnya, menerapkan aturan di tatanan masyarakat untuk tebang pilih (tidak sembarang tebang terhadap kayu ulin). Dengan kata lain, kayu ulin yang boleh ditebang diameter tertentu 25-30 centimeter atau setidaknya umur kayu ulin yang boleh ditebang adalah sekitar umur 36, 50, 60 tahun.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline