Lihat ke Halaman Asli

Pauline Dewi Juliani S

Univet Bantara Sukoharjo

Outing Class Kepenyiaran Mahasiswa PBSI Semester Empat Univet Bantara Sukoharjo

Diperbarui: 14 Juni 2022   14:49

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Narasumber memperkenalkan diri. (Dokpri)

SUKOHARJO - Mahasiswa semester empat (IV) Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Univet Bantara Sukoharjo mengadakan Outing Class Kepenyiaran bersama mahasiswa Give Radio Program Studi Ilmu Komunikasi di Pendopo Alaska Baru, Polokarto. Minggu (12/6/2022).

Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yaitu Henny Sri Kusumawati, S.Sos., M.I.Kom., Sofyan Yuli Antonius, S.Sos., dan Dr. Wiwik Yulianti, M.Hum.

Dr. Dewi Kusumangsih, S.S., M.Hum.  sebagai dosen pengampu mata kuliah Kepenyiaran memberi penjelasan bahwa kegiatan ini bertujuan mengajak mahasiswa prodi PBSI untuk praktik kepenyiaran yaitu olah pernapasan, olah vokal, dan olah rasa.

Kegiatan ini dimulai pukul 08.00-12.00 WIB penuh semangat, canda dan tawa, diawali dengan persiapan, sambutan narasumber dilanjutkan latihan olah pernapasan, latihan olah vokal, dan latihan olah rasa dan ditutup dengan foto bersama.

 

Henny Sri Kusumawati, S.Sos., M.I.Kom., dan crew Give Radio saat mengajarkan olah pernapasan (Dokpri)

Materi Olah Pernapasan dibimbing oleh Henny Sri Kusumawati, S.Sos, M.I.Kom., dan Crew Give Radio, peserta dibagi menjadi dua kelompok.  Untuk mendapatkan suara diagfragma dan napas yang bagus, maka Olah pernapasan yang dipraktikkan mahasiswa ada 15 jurus yaitu muka singa (muka diciutkan), mengatupkan gigi, melipat lidah ke atas, melipat lidah ke bawah, lidah menyapu bibir, motor boat, urut rahang, latihan leher, pijat kerongkongan, memutar bahu, angel wings, ping-pong, napas panjang, pif-paf, dan reaching the star.

 Dr. Wiwik Yulianti, M.Hum. mengajarkan ketika kita menggunakan suara diafragma, maka suara yang keluar dari mulut hasilnya akan maksimal. 

"Ada beberapa modal dasar untuk menjadi penyiar, dalam berbicara harus ada intonasi, aksentuasi/penekanan kata perkata harus jelas, kecepatan suara, artikulasi/kejelasan huruf-huruf dan irama" tambahnya.

Sedangkan pemateri olah rasa, Sofyan Yuli Antonius, S.Sos. mengajak peserta praktik olah rasa melalui pengaturan pernapasan dengan mata terpejam. Tujuannya ketika melakukan siaran, perasaan dan pikirannya tetap tenang dan konsentrasi.

"Bagaimanapun kondisi, suasana hati yang dialami penyiar, ketika melakukan siaran harus dengan perasaan yang gembira" ujarnya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline