Lihat ke Halaman Asli

Cahyadi Takariawan

TERVERIFIKASI

Penulis Buku, Konsultan Pernikahan dan Keluarga, Trainer

Lima Pilar Keberhasilan Anak Belajar dari Rumah

Diperbarui: 13 Juli 2020   05:33

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi orangtua menemani anak belajar di rumah| Sumber: Momo Production/Getty Images publikasi via https://www.nationalgeographic.com/

Mencermati perkembangan Covid-19 hingga hari ini, kita bisa memperkirakan bahwa masih cukup panjang kita harus menjalani aktivitas #DariRumahSaja. Sama sekali belum terkendali. Masih sangat berisiko untuk bergerombol --terutama di ruang tertutup.

Perhimpunan Dokter Paru Indonesia telah mengeluarkan surat imbauan tertanggal 11 Juli 2020, yang menyatakan bahwa terdapat peluang penyebaran Covid-19 secara airbone terutama di ruang tertutup. Jika ini benar, maka kondisi akan bisa semakin memburuk, terutama ketika protokol pencegahan tidak dipatuhi warga.

Oleh karena itu, kita harus memperpanjang nafas kesabaran untuk membersamai anak-anak belajar di rumah. Tidak bisa diprediksi sampai kapan suasana ini akan berlangsung. Belum lagi terkait dampak ekonomi yang harus kita hadapi secara kolektif. Mungkin ini musibah paling panjang yang pernah kita hadapi.

Pilar Sukses Anak Belajar di Rumah

Sekarang kita fokus pada proses pembelajaran dari rumah yang harus dihadapi anak-anak kita pada tahun ajaran baru ini. Terdapat banyak faktor yang memengaruhi keberhasilannya.

Pertama: Kesiapan Keluarga

Karena belajar dari rumah, maka kunci utama ada pada kesiapan keluarga. Semakin siap keluarga menghadapi pembelajaran dari rumah, semakin siap pula anak menjalaninya. Sebaliknya, semakin tidak siap keluarga, akan membuat anak juga tidak memiliki kesiapan.

Berikut beberapa poin kesiapan yang harus ada dalam keluarga, menyambut masa pembelajaran dari rumah.

  • Menguatkan Fondasi Keluarga

Sebagai insan beriman, kita harus menguatkan iman dan takwa pada semua anggota keluarga. Menghadapi Covid-19, jangan menganggap sederhana. Semua harus bisa memberi makna positif, dalam koridor iman dan takwa. Dengan demikian, pandemi tidak mengikis iman dan takwa.

  • Menguatkan Kohesivitas Keluarga

Keluarga harus semakin kohesif dan kompak. Semua anggota keluarga harus dikondisikan untuk ikut terlibat dalam memberikan lingkungan pembelajaran terbaik, terutama bagi anak-anak balita dan anak-anak usia SD.

Lakukan pembagian peran yang semakin efektif, agar semua bisa berjalan dengan baik. Lakukan pula pendampingan proses belajar dari rumah.

  • Membangun Hubungan Positif Antara Orangtua dengan Anak
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline