Lihat ke Halaman Asli

Korupsi Demokrat, Kaderisasi Pak SBY Gagal?

Diperbarui: 28 Februari 2018   20:34

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pak SBY, Presiden RI ke-6 (foto milik reportasenews.com)

Ulasan dalam arikel ini tidak untuk menjatuhkan Pak SBY dan Partai Demokrat, namun ditujukan hanya semata-mata agar kita semua bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari fenomena yang terjadi pada sebuah partai yang pernah besar di Indonesia dan jatuh karena korupsi kader-kadernya.

Semoga Bermanfaat.

*******

Siapa yang tak kenal dengan Pak SBY? Yang tak kenal buang ke laut aja. Saya yakin semua kenal dengan Presiden Indonesia yang ke-6 ini. Presiden yang memerintah Indonesia selama dua periode berturut-turut pada 2004 -- 2009 dan 2009 -- 2014. Beliau tak hanya dikenal piawai dalam strategi militer, namun juga terkenal pandai berbicara baik dalam bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris.  Beliau satu-satunya Presiden yang sampai saat ini di era reformasi yang beruntung memerintah selama kurun waktu 10 tahun. Adalagi yang satu-satunya, beliau adalah Presiden yang bersuara merdu, yang bisa mengarang lagu sekaligus menyanyikannya dengan baik. Pak SBY memang hebat.

Ah, ada yang tertinggal, beliu adalah presiden Indonesia pertama yang terpilih melalui pemilihan langsung oleh rakyat Indonesia. Hal ini dimungkinkan setelah melalui amendemen UUD 1945.

Secara pribadi, Pak Beye --demikian beliau pun dipanggil-- dikenal juga sebagai orang yang gentleman, sopan dan bertata krama yang baik. Cara berbicaranya lancar dan teratur, kalimat yang keluar dari mulutnya terdengar jelas dan tegas. Menggambarkan kecerdasan. Saat berkomunikasi gerakan tubuhnya pun diatur sedemikian rupa sehingga menambah wibawa dan karisma. Selain beliau lelaki yang ganteng dan tinggi besar, juga dikenal sebagai figur seorang yang sayang keluarga, membimbing dan pelindung martabat keluarga.

Sebulan setelah diangkat oleh Presiden Megawati Soekarnoputri sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Sosial, dan Keamanan Republik Indonesia, pada 9 september 2001, Pak SBY  mendirikan Partai Demokrat dengan lambang "mercy" yang mirip lambang merek mobil mewah Mercedes Benz dari Jerman.  Merebaknya khabar bahwa Pak SBY hendak mengikuti Pilpres 2004 melawan Presiden Megawati menyebabkan ketegangan hubungan keduanya. Lontaran Pak Taufik Kiemas "jenderal kok kayak anak kecil"kepada Pak SBY disebut menyebabkan makin memanasnya ketegangan tersebut.

Karena ketegangan yang terjadi dan merasa dikucilkan serta direndahkan, Pak SBY memilih mengundurkan diri dari Kabinet Megawati pada 11 Maret 2004. Angin baik bertiup kepada Pak SBY, sebab dukungan situasi politik saat itu yang berpihak kepadanya, Pak SBY pun dengan mudah meraih simpati yang luar biasa dari berbagai kalangan. Semua kalangan saat itu bersimpati karena menilai Pak SBY perlu dibela dan didukung karena ada unsur perlakuan yang tidak semestinya dari Pemerintahan Megawati.

Sejarah mencatat bahwa tingginya popularitas Pak SBY -Susilo Bambang Yudhoyono nama lengkap beliau- mampu membawa Partai Demokrat ke puncak kejayaannya selama satu dasa warsa pada rentang waktu 2004 -2014. Partai Demokrat beserta koalisinya. Pak SBY dan Partai Demokrat pun digadang-gadang bisa membawa perubahan ke arah yang lebih baik bagi bangsa dan negara. Rakyat dan hampir semua kalangan percaya dan mendukung apa yang dilakukan oleh Pak SBY saat itu.

Pada Pemilu Legislatif 2004, sebagai partai baru Partai Demokrat meraih suara sebanyak 7,45% (8.455.225) dari total suara dan mendapatkan kursi sebanyak 57 di DPR. Dengan perolehan tersebut, Partai Demokrat meraih peringkat ke 5 Pemilu Legislatif 2004.

Tak hanya itu, berpasangan bersama Pak Jusuf Kalla pada Pilpres 2004 dimana rakyat bisa memilih langsung presiden dan wakil presidennya untuk pertama kali di era reformasi, Pak SBY memenangkan pemilihan yang berlangsung dua putaran mengalahkan lawannya pasangan Megawati Soekarnoputri-Hasyim Muzadi.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline