Lihat ke Halaman Asli

Oman Salman

Guru SD. Surel: salmannewbaru@gmail.com

Pengalaman Mengobati Sakit Gigi dengan Herbal Racikan Sendiri

Diperbarui: 20 April 2021   15:51

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Mengobati sakit gigi dengan obat herbal (Sumber : kompas.com | shutterstock.com)

Salam semuanya! Mohon izin share pengalaman pribadi, ya.

Saya adalah orang yang termasuk gampang sakit gigi. Kalau gigi sudah sakit, duh.... gak tahan. Sakitnya sampai ke kepala, leher, punggung. Kalau sudah sakit ga bisa ngapa-ngapain pokoknya. 

Mungkin kita semua pernah mengalami yang namanya sakit gigi. Beruntung banget bagi Anda yang tidak pernah ngerasain sakit gigi. 

Saya sudah dari kecil ngalamin sakit gigi. Waktu itu masih belum sekolah. Gigi sudah bolong. Keadaan gigi yang berlubang ini terus berlanjut sampai sekarang. Yang sebelah kiri berlubang, begitu juga sebelah kanan. Seorang teman menyarankan untuk cabut gigi saja. Karena saya belum berani, akhirnya saya memutuskan untuk tambal gigi.

Ada perubahan positif setelah ditambal. Namun hanya bertahan sekitar tiga tahunan. Sakit gigi kembali kambuh. Gigi sebelah kiri dan kanan seolah berganti peran, bergiliran kayak udah janjian. Akhirnya saya beranikan diri cabut gigi. Dalam satu bulan setengah, dua gigi saya cabut. Sebelah kiri satu, kanan satu.

Ada rasa lega setelah cabut gigi itu. Sepertinya benar saran teman saya waktu itu. Kenapa saya tidak cabut gigi sedari dulu? Namun beberapa tahun kemudian masalah muncul lagi. Gigi yang sebelumnya tidak berlubang, menjadi berlubang. Gigi jadi sakit lagi, deh. Langsung saya konsultasi ke dokter dan mengutarakan keinginan untuk cabut gigi.

Dokter memeriksa gigi saya. Beliau menyarankan agar saya tidak lagi mencabut gigi saya. Cukup dua gigi yang sudah terlanjur dicabut saja. Beliau lalu menjelaskan alasan medisnya, sembari memperlihatkan replika gigi kepada saya. Kata beliau, jangan banyak cabut gigi. 

Jika gigi banyak dicabut, maka rahang kita akan mengalami pergeseran. Dan itu akan berdampak tidak baik. Dan banyak lagi beliau memberi saya penjelasan tentang bahaya jika banyak gigi yang dicabut. Akhirnya saya memutuskan untuk tambal gigi seperti yang disarankan beliau.

Tambal gigi kali ini, seingat penulis, memiliki 4 atau 5 tahap. Tahap pertama sampai satu tahap sebelum tahap terakhir adalah tambal sementara. Dan tahap terakhir adalah tahap tambal permanen. 

Waktu tahun-tahun sebelumnya saat saya tambal gigi, hanya sekali tahap langsung permanen. Jadilah gigi saya ditambal sampai selesai tahap akhir.

Dari penjelasan yang saya dapatkan dari dokter gigi tentang bahaya jika banyak gigi yang dicabut, saya mendapat pengetahuan yang luar biasa berharga dan bermanfaat. Seandainya beliau tak memberi penjelasan, mungkin gigi geraham saya sudah hilang saat ini. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline