Lihat ke Halaman Asli

Dampak Pandemi Covid-19 dalam Berinovasi

Diperbarui: 28 Maret 2022   14:07

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

https://www.vecteezy.com/

Sudah 2 tahun lamanya pandemi Covid-19 hadir di Negara Indonesia ini membuat Indonesia mengalami krisis ekonomi yang cukup menyedihkan. Pemerintah harus lebih bekerja keras lagi untuk memulihkan krisis ekonomi ini. Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, mengatakan kunci utama untuk survive dari dampak pandemi Covid-19 ini salah satunya dengan berinovasi. Berinovasi dapat menambah atau menghasilkan sumber pendapatan yang sangat membantu perekonomian di era pandemi Covid-19 ini. 

Presiden Indonesia, Joko Widodo berharap dengan adanya berbagai inovasi yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia dapat memulihkan perekonomian nasional dan bahkan mampu bangkit lebih cepat dari negara-negara lainnya.

Masyarakat Indonesia harus lebih pintar lagi dalam memanfaatkan keadaan Covid-19 ini, bukan sebagai hambatan melainkan sebagai bantuan untuk menghasilkan perekonomian. 

Contoh dengan memanfaatkan menginovasikan penjualan masker dan hand sanitizer dengan bahan berkualitas dan harga yang terjangkau tetapi menguntungkan perekonomian. 

Masyarakat Indonesia juga dapat memanfaatkan fitur online agar jangkauan penjualan pun lebih luas, tidak hanya di Indonesia melainkan sampai ke luar negeri. Hal ini pun juga membuat kita lebih terjaga dari Covid-19 dikarenakan  kita bisa menjaga jarak (physical distancing).

Covid-19 ini juga menghambat masyarakat Indonesia untuk berinovasi. Apapun bentuk inovasinya, sudah pasti itu memerlukan modal. Maka dari itu tidak semua orang dapat dengan mudah untuk berinovasi. 

Terkadang inovasi bukan selalu berhubungan tentang barang, melainkan ada juga inovasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia ini dengan cara belajar. Pengetahuan dan keterampilan adalah 2 hal yang harus dimiliki untuk menciptakan berinovasi yang baik. 

Menurut Kuniyoshi Urabe, Inovasi bukan merupakan suatu kegiatan satu kali pukul (one time phenomenon), melainkan sebuah proses yang panjang dan kumulatif yang meliputi banyak proses pengambilan dalam keputusan di dan oleh organisasi dari mulai pada penemuan gagasan sampai pada implementasinya di pasar.

Tidak ada satupun orang yang tidak pernah gagal, maka dari pada itu jika ingin menciptakan inovasi yang sukses, kita harus terus mau pantang menyerah dan bersemangat terus dalam berinovasi. Maka akan terciptanya inovasi yang sukses yang dapat memulihkan perekonomian secara pribadi maupun nasional. 

Terdapat bebrapa ciri-ciri inovasi yang dapat dilakukan, diantaranya :  

  1. Baru, Yang pertama  yaitu baru. Artinya, memiliki gagasan atau ide yang benar-benar murni dan belum pernah digunakan oleh siapapun. Inovasi baru juga berarti sesuatu yang sudah pernah di gunakan orang lain tetapi ingin di adopsi karnamerasa cocok untuk di jadikan solusi.
  2. Khas, lalu ciri-ciri yang kedua adalah khas. Artinya inovasi akan selalu mempunyai ciri khas walaupun ide atau gagasan nya berawal dari orang lain. Hal ini akan memunculkan ciri khas tersendiri jika di praktikkan di tempat yang baru.
  3. Terencana, lalu yang ketiga adalah terencana. Suatu inovasi pasti dilakukan secara terencana bukan secara spontan. Inovasi harus dilakukan secara jelas, matang, tidak tergesa-gesa agar dapat menciptakan suatu inovasi yang baik dan bermanfaat.
  4. Memiliki tujuan yang jelas, yang terakhir harus memiliki tujuan yang jelas ber dasarkan ilmu pengetahuan yang digunakan dan tidak boleh asal-asalan. Ilmu pengetahuan pasti memfokuskan pada objek dan subjek dalam pengembangan. Jika objek dan subjek tidak jelas maka akan terjadi kegagalan dalam berinovasi.
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline