Lihat ke Halaman Asli

Nathanael Ricardo Diaz

Feature Writer, Social Dynamic Enthusiast

Meraih Pekerjaan dan Jabatan Idaman Tidak Semudah yang Anda Pikirkan

Diperbarui: 20 Januari 2020   12:55

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi | pexels.com

Jika membicarakan tentang pekerjaan dan jabatan idaman, saya rasa sebagian orang cukup antusias dalam menanggapi atau berandai-andai dalam imajinasinya tersebut. Anda juga mungkin merupakan salah satu dari orang yang optimis akan hal tersebut. Pekerjaan dan jabatan idaman bagi saya mencakup gaji yang layak, jobdesk yang disukai, jabatan yang sesuai dengan minat, dan hal-hal baik lainnya.

Dalam dunia pekerjaan, para pelaku dan profesi yang mengajarkan perilaku optimis ini mengkumandangkan kata-kata hiburan, antusiasme, dan hiburan bagi para audiensnya. Salah satu kalimat yang sering saya dengar adalah "Bekerjalah sesuai dengan passionmu", kata mereka.

Sejujurnya, saya masih terheran-heran mengenai optimisme yang kebablasan di negeri Indonesia ini. Apakah saya yang terlalu pesimis, atau orang-orang lain tidak melihat realita. Nampak indah, bukan? Jika Anda "kebetulan" mendapatkan pekerjaan dan jabatan yang Anda impikan. Akan tetapi, saya ingin mengajak Anda untuk sedikit membuka mata mengenai pandangan pekerjaan idaman ini.

 "Inequality" di Indonesia masih sangat tinggi

Realitanya, dunia pekerjaan merupakan dunia yang sangat kejam dari segi persaingannya. Tetapi segi persaingannya itu sendiri pun bukan menjadi masalah dan alasan banyak orang tidak sukses dan mendapatkan pekerjaan idaman. Yang menjadi masalah adalah kondisi lapangan yang pemerataannya tidak seimbang.

Menurut data yang dilaporkan Badan Pusat Statistik, angka pengangguran per agustus 2019 kemarin meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Kalau dilihat secara kasat mata, kenaikkan dan penurunan angka juga tidak berpengaruh terlalu banyak, total jumlah angka dari pengangguran itu sendiri saja sudah menjelaskan keprihatinan masyarakat yang mengalami hal tersebut.

Bagaimana orang bisa mencari pekerjaan dan jabatan idaman, mencari pekerjaan yang layak saja susahnya minta ampun. 

Tawaran pekerjaan tidak sebanding dengan jumlah orang yang berbondong-bondong datang ke job fair, melakukan lamaran melalui portal pekerjaan. Belum jika ditambah dengan kualifikasi atau standar perusahaan yang meminta demand tinggi. Jika melihat kondisi ini, korelasi antara mendapatkan pekerjaan dan meraih jabatan tentu menjadi dua hal yang berhubungan.

Kesenjangan sosial berperan dalam ketidaksetaraan persaingan

Kondisi lapangan pekerjaan yang diskriminatif masih menjadi pengaruh seseorang dapat direkrut dan dipekerjakan. Hal-hal seperti lulusan universitas unggulan, suku, agama, ras dan masih banyak lainnya terkadang masih menjadi persyaratan mutlak.

Saya mengerti beberapa perusahaan sudah beradaptasi dan mulai lebih terbuka serta memberikan kesempatan yang rata terhadap calon kandidat. Tetapi nyatanya skala ketidaksamaan dalam dunia pekerjaan ini juga masih besar jumlahnya.


Sebuah studi yang dilakukan World Bank terhadap Indonesia menunjukkan bahwa penduduk Indonesia meremehkan kesenjangan sosial yang terjadi di negaranya. Faktanya, kesenjangan sosial di Indonesia berperan cukup signifikan dalam perkembangan hidup dan karir seseorang.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline