Lihat ke Halaman Asli

Oscarnoise

Freelancer

Sumbang Ekonomi Digital Terbesar Se-ASEAN, Indonesia Siap Bersaing di Kancah Dunia

Diperbarui: 9 Oktober 2019   23:13

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

infokomputer.grid.id

Disruptive Technology biasa dikenal masyarakat dengan Revolusi Industri 4.0. Siapapun yang tidak cepat tanggap mengadopsi teknologi, maka perlahan akan tertinggal dengan teknologi yang lebih baru dan maju. Hal itu akan berpengaruh pada perilaku bisnis dan kondisi ekonomi global. Selayaknya saat ini telah dikenal dengan nama Ekonomi Digital.

Ekonomi Digital merupakan aspek ekonomi berbasiskan pada pemanfaatan dan pemberdayaan teknologi informasi dan komunikasi digital.

Ada 5 teknologi paling potensial yang dapat memicu percepatan pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara, antara lain mobile internet, big data, internet of things, automation of knowledge, dan cloud technology.

Ekonomi digital saat ini sedang berkembang pesat di Asia Tenggara seiring dengan besarnya potensi pasar dan dana para investor. Google menobatkan Indonesia sebagai negara bernilai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara dengan valuasi mencapai Rp 556,28 triliyun (setara US$40 miliar).

Jumlah tersebut menyumbang 40 persen dari total nilai ekonomi internet di Asia Tenggara mencapai US$100 miliar yang disebabkan oleh dorongan perkembangan yang signifikan dari sektor ride-hailing dan e-commerce.

Data e-Economy SEA 2019 dari Google, Temasek, dan Bain & Co menyebutkan bahwa diperkirakan pada 2019 sektor e-commerce akan tumbuh 12 kali lipat dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 88 persen dari tahun 2015 hingga mencapai US$21 miliar.

Sementara sektor ride-hailing akan tumbuh 6 kali lipat dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 57 persen hingga mencapai US$6 miliar.

Diprediksikan bahwa sektor e-commerce akan mencapai US$82 miliar dan sektor ride-hailing akan mencapai US$18 miliar pada 2025 mendatang.

Sektor digital lain juga diprediksi akan mengalami pertumbuhan pada 2019 antara lain online travel bisa mencapai 19 persen (US$4 miliar) dan akan menembus US$9 miliar pada 2025.

Di lain sisi online media yang meliputi layanan iklan online, game online, musik, dan video berlangganan bisa mencapai 56 persen (US$3 miliar) pada 2019 dan akan terus tumbuh hingga angka US$7 miliar pada 2025.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline