Lihat ke Halaman Asli

Syukri Muhammad Syukri

TERVERIFIKASI

Menulis untuk berbagi

Bos Penyayang, Izinkan Merawat dan Menyusui Bayi di Tempat Kerja

Diperbarui: 10 Agustus 2017   14:25

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Seorang anak tidur pulas dan seorang lagi sedang ngemil di depan ibunya yang sedang bekerja (Foto: dokpri)

Mungkinkah sebuah perusahaan membolehkan merawat dan menyusui bayi di tempat kerja? Seorang guru wanita dipecat dari SMA wilayah Poyen Inggris karena menyusui bayinya di dalam kelas saat mengajar (sumber: vemale.com).

Beberapa perusahaan dan industri yang ada di tanah air masih ada yang belum membolehkan karyawati membawa bayi ke tempat kerja. Namun, ada boss perusahaan yang memiliki welas asih. Memang tidak diizinkan tetapi disediakan tempat penitipan anak disana.

Sungguh berbeda dengan boss Oro Kopi Gayo, eksportir dan pengusaha industri pengolahan kopi yang bermarkas di Desa Mongal, Takengon, Aceh Tengah.

Lelaki paruh baya bernama Haji Rasyid itu, malah mengizinkan karyawati bagian sortasi merawat dan menyusui bayi di tempat kerja.

"Mereka bisa membawa anak ke tempat kerja, asalkan anaknya tidak dipekerjakan," sebut Haji Rasyid, Selasa (11/7/2017) di kantornya, Desa Mongal, Takengon.

Apa alasannya? Menurut Haji Rasyid, karyawati sortasi yang bekerja disana rata-rata memiliki latar belakang kehidupan yang menyedihkan.

"Ada yang berstatus janda karena sudah kehilangan suami, ada yang ditelantarkan suami, bahkan ada yang menjadi korban KDRT," jelasnya.

Faktor kemanusiaan itulah yang menjadi dasar pertimbangan Haji Rasyid, sehingga mengizinkan karyawatinya merawat dan menyusui bayi di tempat kerja.

"Mereka orang susah, tidak tega melarangnya," sebut lelaki itu.

Seperti Play Group

Sekilas, bagian sortasi itu persis seperti play group. Berada dalam sebuah komplek, jauh dari jalan raya. Anak balita aman bermain disana bersama teman-temannya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline