Lihat ke Halaman Asli

Muhamad Arifin

jika kamu bukan anak seorang Raja, bukan juga anak seorang ulama besar maka Menulislah

Membangun Spiritualitas Perguruan Tinggi Pesantren bagi Alumni dalam Memasuki Lapangan Kerja

Diperbarui: 27 Agustus 2022   05:45

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dokumen STISDAFA 

Darul Falah

STISDAFA NEWS_MATARAM NTB 20 Agustus 2022
Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Darul Falah Pagutan Mataram (STISDAFA) menggelar Stadium General bagi Mahasiswa Tahun Ajaran 2022/2023 di Aula Al Zahrah Komplek Ponpes Darul Falah Pagutan Mataram, Sabtu 20/08/2022.

Stadium General diselenggarakan dengan mengangkat tema “Membangun Spiritualitas Perguruan Tinggi Pesantren bagi Alumni dalam Memasuki Lapangan Kerja” dengan narasumber Prof. Dr. KH. Moh. Khusnuridlo, M.Pd (Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Shiddiq Jember), Keynote Speaker Ahmad Lutfi Rijalul Fikri, M,E Ketua STISDAFA dan Moderator Dr. Muhamad Arifin, M.Pd Wakil Ketua I STISDAFA Pagutan Mataram NTB.

Ketua STIS Darul Falah Bersama Guru Besar UIN Kiai Haji Achmad Shiddiq Jember Prof. Dr. KH. Khusnuridlo,M.Pd

Dokumentasi oleh Tim Jalan Tengah Inspiratif (JT)

Moderator memberikan pengantar kepada audiens, Ia mengatakan “saat ini kita berada di zaman metaverse, zaman 5.0, zaman digital. Ditengah derasnya arus globalisasi dan informasi berdampak kepada semua aspek kehidupan manusia, mulai dari asfek pendidikan (education), politik (politic), ekonomi (economy), sosial (social), budaya (culture), dan agama (religion), ini menjadi tantangan bagi mahasiswa dan alumni perguruan tinggi pesantren untuk menduduki lapangan kerja dan mampu memberikan kemanfaatan yang lebih luas bagi masayarakat”. Tuturnya.

Dr. Muhamad Arifin,M.Pd Wakil Ketua I STIS Darul Falah Bersama Prof. Dr. KH. Moh. Khusnuridlo,M.Pd

Ketua STISDAFA Ahmad Lutfi Rijalul Fikri, M,E., dalam sambutanya mengatakan, Mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) diharapkan mampu untuk mengawal perkembangan teknologi dan informasi ini menuju arah yang lebih positif, tidak hanya mengikuti dengan rasa, tetapi harus mengikuti dengan pikir. Maksudnya adalah, ketika ada informasi atau isu yang menyebar ditengah-tengah masyarakat, kemudian isu itu dirasa oleh orang banyak bermanfaat tanpa dipikirkan baik dan buruknya. Maka disinilah fungsi mahasiswa itu untuk menjelaskan dan memberikan pencerahan kepada masyarakat. karena mahasiswa bertindak setelah berpikir bukan setelah merasa atau dengan kata lain saring sebelum sharing.

Era disrupsi digital juga mempengaruhi lapangan pekerjaan, menurut data kemristekdikti lapangan pekerjaan pertahun tersedia 300-400 ribu lapangan pekerjaan, sementara lulusan pergurun tinggi setiap tahunnya sekitar 1,2 juta. Data ini kalau kita pikirkan secara matematika maka kita akan menemukan kemungkinan satu orang lulusan bisa masuk lapangan pekerjaan adalah memiliki kemungkinan3% dari total 1,2 juta lulusan.

Tetapi kita di PTKIS (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam) tidak harus berpikir secara matematis, tetapi harus berpikir secara spiritual. Dimana menurut Burkhardt Krems seorang profesor ilmu perundang-undangan yang berasal dari jerman, spiritualitas meliputi aspek-aspek  (1)  berhubungan  dengan  sesuatu  yang  tidak  diketahui  atau  ketidak-pastian  dalam  kehidupan;  (2)  menemukan  arti  dan  tujuan  hidup menyadari  kemampuan  untuk  menggunakan  sumber  dan kekuatan dalam diri sendiri; (3) mempunyai perasaan keterikatan dengan diri sendiri dan dengan yang  maha  tinggi.  

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline