Lihat ke Halaman Asli

Qomarul Huda

Bapak satu anak

Tegakkan Kepalamu, Garuda Muda!

Diperbarui: 2 Januari 2022   20:11

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Para pemain muda Indonesia tampil gemilang di AFF Cup 2020 (foto: bolanews.com)

Final leg kedua Suzuki AFF Cup 2020 telah usai. Indonesia akhirnya kembali gagal merebut gelar juara setelah hanya bermain imbang 2-2 melawan Thailand. Secara agregat Asnawi dkk kalah 6-2 setelah pada pertemuan pertama kalah telak empat gol tanpa balas.

Sungguh menyesakkan memang. Animo masyarakat sungguh luar biasa menyambut final kali ini. Para pecinta sepakbola di Indonesia sudah lama menanti gelar pertamanya di ajang ini. Maklum kita masih penasaran karena belum pernah sekalipun merasakan juara Piala AFF. 

Kekalahan ini pun semakin memperpanjang puasa gelar dengan enam kali menjadi runner-up.
Namun, seperti kata pepatah selalu ada hikmah dibalik sebuah kegagalan. Para pemain muda Indonesia tampil menawan sepanjang turnamen. Pujian pun mengalir dari berbagai pihak. Ya, diantara empat semifinalis, skuad Garuda merupakan dengan rata-rata usia paling muda yaitu 23 tahun. 

Saat pelatih tim nasional Shin Tae-yong mengumumkan nama-nama yang dibawa ke Singapura (tuan rumah AFF Cup), jujur saya agak ragu saat melihat daftar pemainnya. Bukan bermaksud meremehkan kemampuan mereka, namun sebagian besar masih berusia sangat muda dan mungkin beberapa namanya masih asing di telinga pecinta sepakbola tanah air.

Pemain yang selama ini menjadi langganan timnas senior tidak banyak yang nampak. Nama-nama beken seperti Andik Vermansyah, Andritany, Riko Simanjuntak, Stefano Lilipaly, Ilija Spasojevic, Hansamu Yama, Febri Hariyadi secara mengejutkan tidak dipanggil oleh Shin Tae-yong.

Paling hanya Victor Igbonefo, Dedik Setiawan dan Fachrudin Ariyanto. Selebihnya merupakan jebolan timnas junior, timnas U-23 dan pemain yang baru awal menerima panggilan timnas senior. Jadi bisa dikatakan sebagian besar merupakan pemain yang belum memiliki banyak jam terbang di level senior.

Apa yang dilakukan Shin Tae-yong memang cukup mengejutkan sekaligus patut mendapat apresiasi. Keputusan untuk mengirim pasukan muda akan memberikan mereka jam terbang yang tinggi di tingkat internasional. Selain itu tentu butuh regenerasi sehingga tidak mungkin untuk terus mengandalkan pemain yang itu-itu saja. Sesuatu yang belum pernah kita temui pada pelatih-pelatih timnas senior sebelumnya.

Dengan komposisi pemain muda maka wajar jika Indonesia tidak begitu diunggulkan bahkan diprediksi akan tersingkir di penyisihan grup. Namun mereka bisa tampil memukau dan menjadi juara grup diatas Vietnam dan Malaysia yang di atas kertas lebih diunggulkan.

Regenerasi memang sangat penting. Para pemain muda ini tentu akan semakin tumbuh rasa percaya dirinya karena mendapat kepercayaan dari pelatih. Hal ini juga membuat pemain senior yang ingin masuk timnas lagi harus menunjukkan kualitasnya agar dapat dilirik pelatih.

Salah satu keuntungan tampilnya punggawa muda ini adalah bahwa AFF Cup ini merupakan ajang internasional yang mendapat sorotan dari luar negeri juga. Seperti lazimnya ajang internasional lainnya, para pemain muda yang tampil memikat tentu akan mendapat perhatian luas. Harapannya tentu ada klub luar negeri yang tertarik untuk memakai jasanya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline