Lihat ke Halaman Asli

Merza Gamal

TERVERIFIKASI

Pensiunan Gaul Banyak Acara

Merajut Kembali Nilai Persahabatan dan Persaudaraan yang Semakin Mahal di Zaman Kini

Diperbarui: 18 Desember 2023   06:59

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Persahabatan dan persaudaraan lintas benua. Sumber gambar: Dokumentasi Merza Gamal

Persahabatan dan persaudaraan, dalam keindahannya, kini menjadi suatu mahakarya yang semakin berharga di tengah dinamika kehidupan modern.

Dalam konteks ini, melihat nilai-nilai persahabatan dan persaudaraan melalui lensa ajaran Islam bukan hanya memberikan kedalaman, tetapi juga membuka pintu untuk merajut kembali keautentikan hubungan yang semakin langka di era ini.

Bagaimana kita bisa menjaga, memperkaya, dan memberi makna pada persahabatan dan persaudaraan dalam kehidupan sehari-hari?

Dalam ajaran Islam, persahabatan bukanlah sekadar hubungan sosial biasa. Rasulullah SAW dengan tegas mengajarkan pentingnya persaudaraan sesama insan Tuhan. Sebuah hubungan yang bukan hanya berlandaskan pada kebahagiaan bersama, tetapi juga pada kebijaksanaan saling menguatkan di dalam cobaan dan kesulitan.

Pentingnya memberikan pertolongan kepada sesama umat manusia ditekankan dalam ajaran Islam. Rasulullah SAW memberikan kabar gembira bahwa Allah akan memenuhi keperluan orang yang membantu saudaranya. Tindakan baik dalam persahabatan tidak hanya menjadi investasi sosial, tetapi juga investasi spiritual yang membawa berkah.

Menutupi aib sesama saudara juga dianggap sebagai amal mulia yang mendatangkan pengampunan Allah di hari kiamat. Hal ini menciptakan lingkungan persahabatan yang dipenuhi dengan kasih sayang dan saling menguatkan.

Bersyukur kepada Allah adalah langkah awal dalam merajut kembali nilai-nilai persahabatan yang semakin mahal. Firman Allah dalam Al-Qur'an menegaskan bahwa dengan mengingat-Nya, kita juga akan diingat oleh-Nya. Kesadaran ini menciptakan ikatan spiritual yang kuat, memperkaya makna persahabatan, dan memberikan kedalaman pada hubungan tersebut.

Sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara, kita diminta untuk menjaga kebersamaan. Larangan membenci, mendengki, dan bermusuhan, serta sunnah meninggalkan ketidakakraban dengan saudara seiman dan sesama insanNya tidak lebih dari tiga hari, mengajarkan urgensi dalam memperbaiki hubungan yang retak. Hal ini menciptakan suasana yang penuh dengan kedamaian dan kasih sayang, esensi dari sebuah persahabatan yang sejati.

Persahabatan dalam Islam bukanlah sekadar ikatan sosial biasa. Rasulullah SAW mengajarkan agar kita tidak hanya bersaudara, tetapi menjadi hamba-hamba Allah yang bersaudara. Persahabatan bukanlah sekadar panggilan untuk bersama-sama, melainkan untuk menjadikan persahabatan sebagai bentuk ibadah yang mendalam dan tulus.

Saling mengingatkan, membantu, dan mencintai bukanlah pilihan, melainkan kewajiban yang diemban dengan sepenuh hati.

Merajut kembali nilai persahabatan di era modern memerlukan kebijaksanaan dan kesadaran. Memilih teman dengan bijak, menghindari pergaulan yang merugikan, dan menjaga hubungan yang positif adalah kunci untuk merasakan nikmatnya persahabatan sejati.

Dalam konteks ini, nilai sebuah persahabatan yang sejati tidak terhenti oleh materi atau kedudukan, melainkan ditemukan dalam keberadaan bersama di antara sesama Muslim.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline