Lihat ke Halaman Asli

Marosa Harahap

Mahasiswa Universitas Negeri Padang

Cara Menghadapi Situasi dan Kondisi dari Rasa Kecemasan

Diperbarui: 17 Januari 2023   17:46

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Yang namanya manusia adalah makhluk yang tak pernah lepas dari kata sempurna. Terkadang seseorang merasa sedang berada dalam suatu situasi/kondisi yang sangat sulit, bahkan dalam pikirannya terkadang terlintas "sedih banget sih hidup gue, gini-gini terus deh perasaan, kok nggak kaya-kaya yah". Teman-teman pernah merasakan posisi ini tidak?

Selalu cemas oleh keadaan bagaimana kehidupan untuk selanjutnya atau entah apalah itu. Jika iya mari kita berbagi ilmu disini bagaimana cara menghadapi hal tersebut agar pikiran tetap jernih dan lebih leluasa dalam bertindak untuk kegiatan selanjutnya (tidak monoton). 

Nah, berada dalam situasi dan kondisi demikian adalah hal wajar karena kita adalah manusia yang tak luput dari kata ketidakpuasan dan tak pernah sempurna.lalu bagaimana cara mengatasinya???

Cara mengatasi kecemasan tersebut adalah teman-teman hanya perlu untuk

1. Tetap berpikir positif (positif thinking).

Mengapa demikian? Karena pikiran adalah salah satu sumbernya penyakit terutama kecemasan tersebut. Jika sudah penyakit yang datang teman-teman mau berbuat apa?, pasti berobat dan harus merogoh saku hanya karena awal dari kecemasan (pikiran) ini. Oleh karenanya tetap jaga pikiran dari hal-hal buruk agar kecemasan dan penyakit tersebut tidak menyerang teman-teman ya.

2. Tetap tenang dan berusaha mencari solusi.

Jika sedang berada dalam suatu situasi/kondisi yang tidak baik atau tidak diharapkan, usahakan jangan panik terlebih dahulu. Karena jika sudah panik maka pikiran akan terlihat kosong dan tidak tau harus berbuat apa sedangkan kita tidak ingin berada dalam situsi/kondisi tersebut.

Contohnya, seorang ibu mendapat telepon dari seseorang yang tidak dikenal dan mengatakan bahwa anak dari ibu tersebut kecelakaan dan harus dibawa ke rumah sakit sesegera mungkin. Kebetulan anak dari si ibu memang sedang berada dalam perantauan dan kota yang disebutkan oleh orang tak dikenal tersebut.

Dikarenakan ibunya panik dan mencemaskan keselamatan anaknya, si ibu langsung mengirimkan uang yang diminta oleh orang tersebut dengan jumlah yang besar dan diluar kemampuan keluarganya tanpa berusaha mencari tahu terlebih dahulu siapa orang yang berada di seberang telponnya tersebut dan bagaimana kondisi anaknya yang sebenarnya.

Nah, karena kecemasan tersebut si ibu akhirnya harus menerima konsekuensi dari perbuatannya yaitu membayar hutangnya kepada orang yang sudah ia hutangi untuk menebus anaknya yang ternyata baik-baik saja. Akhirnya si ibu tertipu dengan kecemasannya sendiri.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline