Lihat ke Halaman Asli

Marjuni

Praktisi dan Pelaku Pendidikan Islam

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Mondokin Anak di Pesantren

Diperbarui: 4 Februari 2023   11:11

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Doc. Pri Marjuni 

Memondokkan anak di pesantren itu tidak seperti Order Ayam Geprek di Marketplace.

Ada banyak aspek yang harus menjadi perhatian sekaligus pertimbangan bagi para orang tua sebelum mendaftarkan putra-putrinya di Pesantren.

Aspek Pesantren Tujuan

Pesantren yang tersebar di Indonesia memiliki berbagai type. Tipe pertama adalah pesantren yang menggunakan kurikulum Muadalah (Penyetaraan), kedua, Pesantren yang menyelenggarakan Kurikulum Madrasah; ketiga, pesantren yang menyelenggarakan Kurikulum Integrated (perpaduan kurikulum Dikbud + Kemenag + Pesantren), Keempat Pesantren Salaf yang menyelenggarakan Kurikulum Kitab Kuning an sich, Kelima, Pesantren Bertujuan Khusus.

Masing-masing pesantren memiliki Visi, misi, tujuan, dan strategi tertentu untuk mencapai tujuan pendidikannya.

Pesantren Type Pertama

Yaitu pesantren Muadalah. Muadalah berasal dari bahasa Arab, artinya penyetaraan. Apa yang disetarakan? Target Out Put dan Out Come Kurikulum. Misalnya pesantren modern Gontor Ponorogo. Pesantren tersebut pada dasarnya menyusun kurikulum ala Gontor secara mandiri. Baik kurikulum tertulis maupun kurikulum tidak tertulisnya, mereka memiliki kekhasan tersendiri dalam mendidik para santri.

Penyetaraan dapat berarti bahwa meskipun ijazah lulusan pesantren tersebut dikeluarkan oleh Kyai, namun pihak pemerintah dan pihak luar negeri dapat menerima ijazah para santri untuk keperluan mendaftar kuliah atau memenuhi persyaratan kerja tertentu.

Muadalah juga dapat berarti Lembaga Pendidikan dan atau Lembaga Sertifikasi yang berhak memberikan lisensi tertentu atas keterterimaan ijazah santri tersebut.

Pertanyaan yang biasa muncul adalah apakah ijazah Muadalah dapat dipakai mendaftar PTN dalam negeri dan PT Luar Negeri, jawabannya adalah sangat bisa.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline