Lihat ke Halaman Asli

Pengawas Ujian, Kamu Tipe yang Mana?

Diperbarui: 8 Desember 2022   00:41

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dok Pribadi

Halo sobat Kompasiana.

Sebagai seorang Guru, Dosen atau seorang pengajar kita pasti pernah kebagian jadwal mengawas atau mungkin sering sekali. Mungkin mengawasi peserta didik atau mahasiswa yang sedang mengerjakan soal ujian UTS atau UAS. Dan saya yakin tidak ada yang bertanya apasih manfaat dari pengawas ujian.

Karena pasti kita sudah tahu jawabanya. Ujian diadakan di sekolah atau lembaga pendidikan bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan murid dalam menguasai materi yang sudah dipelajari, oleh sebab itu sangat penting dan harus kegiatan ujian dilakukan. 

Maka untuk memastikan ujian berjalan dengan baik dan jujur maka diperlukan satu atau beberapa pengawas yang ditunjuk untuk bisa memastikan hal tersebut bisa berjalan dengan tertib dan aman.

Namun disini penulis akan membahas beberapa karakter/tipe pengawas, setiap orang pasti memiliki karakter yang berbeda-beda ada yang humoris, ramah, serius kaku dan bahkan terkesan menegangkan (killer).

Karena kita tidak bisa percaya sepenuhnya kepada peserta didik, bahwa mereka adalah orang-orang jujur karena alasan mereka sudah dibekali untuk berperilaku jujur sejak mereka duduk dibangku Taman Kanak-kanak (TK), bahkan mungkin sebelum mereka masuk TK orang tua sudah membekali mereka untuk menjadi pribadi yang jujur.

Pelanggaran terhadap nilai dan norma yang baik yang sudah didapatkan sejak dini akan ternodai ketika orang merasa dalam tekanan dan depresi sehingga mereka akan melakukan segala cara untuk bisa keluar dari situasi tersebut. 

Hal-hal yang mungkin bisa dilakukan yaitu salah satunya adalah dengan cara berbuat curang seperti menyontek, kenapa mereka mencontek? Karena mereka tidak mau nilai mereka jelek dan mengakibatkan muncul masalah baru pada dirinya, sperti tidak naik kelas, dimarahi orang tua, akan mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari teman-temannya atau lingkungannya karena nilai mereka buruk atau resiko lain seperti, pasilitas yang sudah diberikan akan diambil kembali oleh orang tuanya.

Nah, dari sederet permasalahan yang muncul tidak menjadi alasan kita untuk memberikan peserta didik untuk melakukan hal yang tidak baik, karena mengatasi masalah dengan cara yang tidak tepat akan menimbulkan masalah yang lebih besar dan serius kedepannya.

Oleh sebab itulah peran dan fungsi pengawasan dalam ujian harus benar-benar dilakukan dengan penuh tanggung jawab bagi semua pendidik dalam menjalankan tugasnya sebagai penngawas ujian.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline