Lihat ke Halaman Asli

Sucahya Tjoa

TERVERIFIKASI

Lansia mantan pengusaha dan konsultan teknik aviasi, waktu senggang gemar tulis menulis. http://sucahyatjoa.blogspot.co.id/

Menelisik Pemerintahan Trump Dan Sikap AS Terhadap Rusia

Diperbarui: 7 Maret 2017   17:35

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber: Young America's Foundation & NBC News

Sudah lebih dari sebulan Presiden AS Donald Trump resmi berkantor. Begitu resmi berkantor dia langsung mengeluarkan perintah eksekutif untuk menghentikan Obamacare, mengumumkan menarik diri AS dari TPP, mengumumkan untuk membangun dinding panjang pemisah perbatasan AS-Meksiko, dan menanda-tangani “Larangan Muslim Masuk AS.”

Penerima Hadiah Nobel Bidang Ekonomi – Paul Krugman merilis sebuah artikel pada minggu ketiga pemerintahan Trump resmi mulai, dengan mengatakan bahwa dengan tiga minggu goncangan pemerintahan Trump telah melebihi goncangan dalam tiga tahun dari Presiden lainnya.

Trump terus membuat “kejutan-kejutan” pada AS, dia juga mengalami keterkejutan sendiri. Dia mengalami “kekurangan pembantu” karena nominasi anggota kabinetnya masih belum keseluruhan disetujui Kongres dan kini menghadapi kehilangan personilnya, salah satu staf senior Trump yang sangat dipercaya terpaksa harus meninggalkannya. Yang disebabkan karena melakukan beberapa kali hubungan tilpon yang “melanggar peraturan” orang ini adalah Michael Flynn.

Tepat pada 14 Pebruari 2017, pada hari Velentin. Sean Spicer juru bicara Gedung Putih mengumumkan sesuatu yang mengejutkan: “Selamat sore. Selamat Hari Valentin! Saya bisa merasakan cinta dalam ruangan ini. Tegur sapa demikian orang pikir konferensi pers hari itu akan santai, tapi yang terjadi justru sebaliknya. Kita kini tiba pada hal yang didasarkan tidak ke masalah hukum, tetapi ke hal yang berdasarkan kepercayaan, pada tingkat antara Presiden dan Jendral Flynn, yang telah mencapai dimana ia (Flynn) merasa harus membuat perubahan.”

Yang dimaksud dengan Mr. “Flynn” oleh Gedung Putih ini tidak lain adalah Michael Flynn yang menjadi Penasehat Keamanan Nasional, yang telah dengan cepat mengumumkan mengundurkan diri pada malam sebelumnya.

“Penasehat” tampaknya tidak terlalu menonjol seperti posisi lain di sekitar presiden, tapi posisi ini menjadi paling inti dari staf Presiden, karena orang ini sebagai orang yang membuat rencana untuk presiden dalam setiap masalah diplomatik dan keamanan utama.

Kantor penasehat keamanan nasional terletak sama di Kantor Oval Presiden di sayap barat Gedung Putih, penasehat keamanan sering kali lebih dekat dengan presiden daripada Sekretaris Negara dan Menteri Pertahanan, bahkan dapat dikatakan sebagai penentu akhir sebelum presiden membuat keputusan yang signifikan.

Penasehat Keamanan Nasional AS yang terkenal selama pemerintahan Richard Nixon adalah Henry Kisingger dan Collin Powell selama pemerintahan Ronald Reagan.

Selama masa kampanye pemilihan presiden 2016, ketika banyak pakar keamanan terkenal yang menolak untuk mendukung Trump, Flynn justru mengeritik keras kebijakan Obama dan Hillary Clinton, sehingga menjadi favorit dari Trump.

Setelah Trump terpilih, anggota kabinet pertama yang diumumkan adalah Michael Flynn sebagai Penasehat Keamanan Nasional untuk Presiden.

Namun, mengapa pejabat resmi senior Trump yang paling dipercaya sebagai Penasehat Keamanan Nasional menjadi pejabat yang paling singkat menjabat dalam sejarah AS?

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline