Lihat ke Halaman Asli

Mas Yunus

TERVERIFIKASI

Beyond Blogger. Penulis ihwal pengembangan ekonomi masyarakat, wisata, edukasi, dan bisnis.

Filosofi Kopi Cangkir Laras: Spiritualitas, Seni dan Bisnis

Diperbarui: 8 Juni 2023   18:34

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Suasana sebuah sudut di Kedai Cangkir Laras (31 Mei 2023) | Sumber: Dok. Pribadi

Di kedai ini. Ada dimensi spiritual. Ada dimensi wirausaha. Ada unsur seni lukis yang bahan bakunya dari cethe. Filosofinya begitu menggoda hewan yang berpikir.

Itulah Kedai Cangkir Laras. Pengelola sekaligus ownernya adalah Sawir Wirastho. Alumnus S1 Seni Rupa dari salah satu kampus ternama di Kota Malang.

Kedai itu mengintegrasikan toko kopi (memakai rak), kedai kopi (bisa lesehan), mini perpustakaan (buku-buku bacaan), dan seni lukis (lukisan dari cethe) yang ia buat sendiri.

Di Kedai Cangkir Laras bersama Komunitas Bolang Kompasiana (31/5/2023) | Sumber: Dok. Pribadi

Cangkir Laras juga mengusung filosofi yang unik dan bermakna. Mau tahu? Inilah cerita versi saya.

Cangkir Laras: Perpaduan Kedai, Toko, Perpus, & Seni Lukis

Rabu petang itu, selepas shalat maghrib, kami mengunjungi Kedai Cangkir Laras atas undangan komunitas Bolang Kompasiana (31/05/2023). Kami mengunjungi Kedai Cangkir Laras yang beralamatkan di Jl. Magelang No. 11 Kota Malang.

Saya ternyata datang paling awal. Kesempatan ini saya buat untuk melihat-lihat, katakanlah observasi pendahuluan.

Seperti umumnya kedai, tersedia meja kursi dan tempat lesahan untuk ngopi ala Cangkir Laras. Karena itulah, menurut pemiliknya, tempat ini disebut kedai. Kedai Cangkir Laras. Suasananya santai, rilek, dan bebas dari pressure. Kaki bisa slonjoran, hehe :)

Di tempat ini, terpajang rak dilengkapi dengan produk-produk kopi kemasan dan produk herbal. Anggaplah seperti sebuah etalase toko. Karenanya, pemiliknya menyebutnya Toko Cangkir Laras saat memasarkan produk-produknya di Medsos, begitu jelas Sawir Wirastho pada saya.

Sementara itu, di sebuah sudut terdapat buku-buku bacaan tertata rapi. Anggaplah semacam mini perpustakaan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline