Lihat ke Halaman Asli

"Menuggal" Cara Unik Menanam Padi di Kalimantan

Diperbarui: 15 September 2018   21:32

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bisnis. Sumber ilustrasi: PEXELS/Nappy

Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan,bahan baku industri atau sumber energi untuk mengelola lingkungan hidup. Secara etimologi Pertanian, berasal dari kata AGRICULTURE, dimana AGER artinya lahan atau tanah dan CULTURA artinya memelihara atau menggarap. Menurut A.T. Mosher, Pertanian adalah suatu jenis kegiatan produksi yang dilandasi oleh proses pertumbuhan tanaman dan hewan. Pertanian dalam arti sempit adalah sebagai pertanian rakyat, yaitu usaha pertanian keluarga, dimana produksi bahan makanan utama seperti beras, palawija dan tanaman hortikultura. Sedangkan pertanian dalam arti luas mencakup pertanian rakyat, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan.[1]

 

Budaya bertani di kalimantan barat adalah dengan cara nomaden dengan bertani model nomaden orang klimantan barat khususnya Kec.tumbang TITI Kab.ketapang menyebutnya yaitu menugal hal ini yang dilakukan oleh orang dayak, Nugal berarti menanam padi. Nugal merupakan budaya yang unik karena memiliki makna filosofi kebersamaan.menugal di lakukan pada ssat musim kemarau dimana dengan chiri khasnya yaitu membuka lahan dengan cara membakar hutan yang sudah di cek lokasinya terlebuh dahulu serta tidak meninggalkan local wisdom yang ada seperti meminta persetujuan pada leluhur yang dipimpin oleh temengguung(ketua Adat Dayak).

 

Maka tidak heran jika menjelang musim menanam padi sering terjadi pembakaran hutan atau kebun. Dengan tujuan, membersihkan sampah-sampah pohon yang ditebang. Abu dari hasil pembakaran tersebut tidak dibuang, melainkan dijadikan sebagai pupuk alami yang dipercaya untuk menyuburkan dan menjaga keseimbangan keasaman tanah.

 

Selain tanaman utama yaitu Padi, tanaman lain yang ditanam pada tradisi nugal ini sebagai tumpang sari, yaitu jagung, dan berbagai jenis sayuran seperti terung, sawi, cabe, singkong, labu, bayam, kacang-kacangan, timun). 

Bagi pemilik ladang berkewajiban menyediakan bibit dan makanan serta minuman bagi pekerja nugal. Makanan dan miuman tersebut menjadi upah atau bayaran atas atas pekerjaan mereka. 

Hingga saat ini, masih banyak masyarakat di Kalimantan Barat yang menggunakan tradisi ini sebagai cara untuk bercocok tanam padi.[2]

    

Budaya menugal adalah suatu tradisi orang dayak untuk melakukan penanaman padi pada musim kemarau yang dilakukan dengan cara membakar lahan terlebih dahulu lalu dibersihkan dari tumpukan kayu sisa pembakaran dengan cara bergotong royong. Setelah pembakaran dilakukan biasanya masyarakat menunggu 14-20 hari agar arang atau abu sisa bakaran dapat menjadi kompos alami yang sangat membantu pertumbuhan tanaman.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline