Lihat ke Halaman Asli

Jojo Simatupang

Sarjana Pendidikan | Guru | Penulis

Pendidikan Sangat Penting Meskipun Bukan Satu-satunya Cara Menjadi Sukses

Diperbarui: 9 Desember 2022   12:09

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Murid-murid bersama guru merayakan hari guru nasional di sekolah dengan akrab. Dokpri

Pendidikan sering kali dijadikan faktor penentu kesuksesan seseorang di masa depan. Namun sebagian orang masih saja percaya dan yakin bahwa pendidikan tidak satu-satunya faktor penting untuk menentukan kesuksesan seseorang. Bahkan, pendidikan di banyak negara menjadi sebuah kewajiban bagi setiap warga negaranya. 

Di Indonesia sendiri, setiap warga negara wajib menempuh pendidikan selama 12 tahun dan tanpa dipungut biaya. Bukan hanya itu, pemerintah Indonesia juga menyediakan SLB (Sekolah Luar Biasa) bagi orang yang merupakan penyandang disabilitas, itu pun tanpa pungutan biaya.

Menurut Ki Hajar Dewantara, pengertian pendidikan adalah proses menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak peserta didik, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.

Menurut Martinus Jan Langeveld, pengertian pendidikan adalah upaya menolong anak untuk dapat melakukan tugas hidupnya secara mandiri supaya dapat bertanggung jawab secara susila. Pendidikan merupakan usaha manusia dewasa dalam membimbing manusia yang belum dewasa menuju kedewasaan.

Bahkan hal pendidikan tertuang dalam undang-undang republik Indonesia. Menurut UU No. 20 Tahun 2003, pengertian pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar pesertadidik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. 

PASKIBRA SMA sedang mengikuti lomba PASKIBRA tingkat Kotamadya. PASKIBRA merupakan salah satu ekstrakurikuler yang ditawarkan sekolah. Dokpri

Dalam dunia pendidikan, sudah pasti berkaitan dengan ilmu pengetahuan, namun banyak cara dalam mendapatkannya. Mulai dari pendidikan formal dan nonformal. Pendidikan formal yang menjadi kewajiban mulai dari TK (Taman Kanak-kanak), SD (Sekolah Dasar), SMP (Sekolah Menengah Pertama), dan SMA (Sekolah Menengah Atas) atau SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). Namun bagi yang masih ingin lebih lagi (pendidikannya), dapat menempuh program diploma (D1, D2, D3, dan D4), sarjana, magister, hingga doktor.

Namun untuk saat ini, banyak sekali program-progam pendidikan nonformal yang singkat, tanpa menempuh waktu bertahun-tahun dan tanpa mempelajari banyak materi, hanya materi yang hendak diinginkan saja kita sudah dianggap menguasai materi atau ilmu tersebut. Tidak hanya itu, kita bisa memiliki gelar Course sebagai tanda kelulusan dan haknya.

Zaman dahulu, pendidikan Indonesia sangat terpuruk. Selain kualitas guru yang masih dirasa kurang, namun karena peminatnya yang sedikit. Hal itu dikarenakan sekolah belum menjadi kewajiban, sekolah yang masih membayar, dan ketersediaan sekolah yang tidak menjamah seluruh tempat. Hal itulah yang menyebabkan Indonesia pernah berada pada tingkat SDM (Sumber Daya Manusia) yang sangat rendah. 

Masih banyak kala itu, orang-orang yang buta huruf dan sebagian buta aksara. Padahal bukan karena mereka bodoh, namun karena mereka merasakan bahwa pendidikan itu tidak penting pada dirinya. Sehari-hari orang tersebut bekerja sebagai petani, buruh, atau pekerja kasar sehingga benar-benar dirasa tidak membutuhkannya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline