Lihat ke Halaman Asli

Kristianto Naku

TERVERIFIKASI

Analis

Aku, Jilbab, dan Masa Depan Pendidikanku

Diperbarui: 25 Januari 2021   22:21

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi kewajiban penggunaan jilbab di lingkungan sekolah. Foto: via www.kompas.tv

Saat ini, dunia pendidikan kita tengah viral terkait polemik pemaksaan pihak SMKN 2 Padang Sumatera Barat terhadap siswi non-Muslim untuk mengenakan jilbab. 

Urgensitas penggunaan jilbab di institusi pendidikan tentunya perlu dicermati, dikoreksi, dievaluasi, dan dicari apa motif di balik semuanya. 

Menurut Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, upaya pihak SMKN 2 Padang merupakan bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM).

 

Seragam Dunia Pendidikan

Di dalam dunia pendidikan, kita mengenal istilah keseragaman. Bentuk riil dari keseragaman ini dapat ditemukan melalui penggunaan atribut sekolah, seperti pakaian. 

Dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), biasanya diwajibkan untuk setiap siswa menggunakan pakaian seragam. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 45 Tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah Peserta Didik. 

Umumnya, seragam sekolah digunakan untuk "menghapus" berbagai perbedaan di antara siswa-siswi yang mengenyam pendidikan. Misalkan, mereka yang datang dari latar belakang keluarga berada menjadi sama ketika menggunakan seragam sekolah dengan mereka yang datang dari keluarga menengah ke bawah. Atribut sekolah, seperti pakaian, dengan demikian memberi edukasi terkait kesetaraan.

Bagi dunia pendidikan, unsur ini sudah cukup memberikan efek tertentu -- setidaknya semua siswa merasa sama dalam mengenyam pendidikan. Selain membentuk kesetaraan di lingkungan sekolah, seragam sekolah juga menjadi penanda jenjang pendidikan. Ketika berpapasan dengan anak SD kita bisa tahu dari seragam sekolah yang ia kenakan. Begitu juga sebaliknya dengan anak-anak SMP maupun SMA. Atribut-atribut ini, sekali lagi sudah cukup memberikan informasi seputar identitas peserta didik.

Atribut-atribut ekstra, tentunya bisa ditambahkan berkaitan dengan dunia pendidikan. Misalkan sepatu sekolah, atau aneka aksesoris yang menunjang keberlangsungan dunia pendidikan. 

Di sekolah-sekolah tertentu, ada kebiasaan dimana siswa diberi kesempatan untuk memakai aksesoris tertentu di sekolah. Sebagai contoh, untuk hari Jumad dan Sabtu, ada pihak sekolah tertentu yang mewajibkan para peserta didik untuk mengenakan pakaian khusus. Akan tetapi, pakaian-pakaian khusus ini, tidak pernah diturunkan atau dikaitkan dengan identitas apapun, seperti agama atau budaya.  

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline