Lihat ke Halaman Asli

Mari Ajari Anak Usia Dini Mengaji Menggunakan Metode Ini

Diperbarui: 25 September 2017   08:43

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Al-Qur'an merupakan pedoman hidup setiap kaum muslimin. Oleh sebab itu pendidikan Al Qur'an memang sudah seharusnya diberikan kepada anak-anak sedini mungkin, karena pendidikan yang diberikan pada masa kecil pengaruhnya akan lebih kuat, tajam dan lebih membekas dari pada pendidikan yang diberikan setelah dewasa. Setiap orang tua mempunyai kewajiban untuk membimbing dan mendidik anak-anaknya untuk memahami Al Qur'an sedari dini, seperti yang terdapat pada salah satu hadits :

"Didiklah anak-anakmu dengan tiga perkara: mencintai nabi, mencintai keluarga nabi dan membaca Al-Qur'an" (HR. Thabrani).

Dalam perkembangan dunia yang modern dimana anak-anak usia dini lebih memilih memegang gadget daripada buku gambar dan pensil warna, pembelajaran baca Al Qur'an pada anak usia dini menggunakan metode utsmani sangatlah dianjurkan. Metode utsmani ini muncul sebagai suatu metode / teknik membaca Al-Qur'an yang memiliki karakteristik dan spesifikasi tertentu yang membedakan dengan  metode lain. Metode ini tidak hanya terbatas pada buku sebagai sumber sekaligus media pengajaran, melainkan juga mengacu pada interaksi kepada anak sehingga anak tidak mudah bosan dan mengalihkan perhatiannya pada yang lain.

Yang perlu diperhatikan dalam mendidik anak menggunakan metode baca Al Qur'an utsmani antara lain :

1. Metode Nderes 

Metode ini bisa dilakukan para orang tua atau guru ngaji sesuai dengan tingkatan usia dan kemampuan anak. Mengawali pembelajaran bisa dimulai dengan mengenalkan huruf-huruf hijaiyah, entah itu dengan menyanyi atau menyamakan bentuk-bentuk huruf dengan objek yang familiar. Pendidik juga harus telaten dan ulet dalam mengenalkan bunyi satu persatu huruf hijaiyah secara berulang ulang.

2. Metode Menulis

Selain cara baca, anak juga dituntut untuk bisa mengenal tulisan. Hal ini penting diberlakukan sebagai pondasi agar ketika sudah besar nanti anak bisa memahami tajwid dengan mudah.

3. Metode Muroja'ah

Muroja'ah atau mengulang merupakan yang terpenting dalam pembelajaran metode utsmani. Ini bisa dilakukan dengan membuka halaman-halaman sebelumnya dan dengan acak menunjuk huruf atau kata yang sekiranya perlu diulang. Metode ini paling efektif untuk melatih daya ingat dan kecerdasan anak.

Pembelajaran anak usia dini menggunakan metode utsmani akan memudahkan anak dalam mencapai target yang harus dipenuhi karena kualitas bacanya terpantau dan terorganisir secara langsung. Metode yang digunakan juga praktis dan santai sehingga bukan tidak mungkin jika dalam usia yang masih sangat muda anak sudah bisa membaca Al Qur'an. #SayaBanggaPIAUD

Semoga bermanfaat :)




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline