Lihat ke Halaman Asli

Gunawan Wibisono

TERVERIFIKASI

Palembang, Sumatera Selatan

Menatap Putri Candrawathi di Sebilah Isak

Diperbarui: 21 Januari 2023   12:21

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

(1)

Putri Candrawathi nan ayu mengusap isak, tiada hentinya

Saputangan hijau itu menghunusnya tajam bak sapa'an hantu blau

Sesalnya yang berkepanjangan senantiasa berupaya sembunyi dalam dingin hitamnya jubah toga sang pengadil  

Semua mata membelalak bak menelanjanginya dengan merah amarah

(2)

Putri Candrawathi nan ayu bagaimanapun dia, ia tetaplah seorang ibu

Kasih sayang terhadap sesama pernah dititipkan Tuhan di bawah kedua belah telapak kakinya, bahkan hingga kini ..

Sebagaimanapun kita, karena tersebab lupa, kurang dan salah, sang putri khilaf, satu nyawa mulia milik sang Pemilik melayang pergi karenanya

Sesal nan berkepanjangan tak hentinya membasah basuh kedua belah kelopak matanya yang sembab dan pasi

(3)

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline