Lihat ke Halaman Asli

Zahrotul Mujahidah

TERVERIFIKASI

Jika ada orang yang merasa baik, biarlah aku merasa menjadi manusia yang sebaliknya, agar aku tak terlena dan bisa mawas diri atas keburukanku

Virus Berbahaya untuk Anak Itu Bernama Gadget

Diperbarui: 8 April 2019   12:01

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pict: bangka.tribunnews.com

Anak-anak adalah generasi penerus bangsa. Di tangannya kelak bangsa ini dipegang dan dimajukan. Merekalah tumpuan kejayaan bangsa Indonesia di mata dunia. 

Anak yang merupakan kebanggaan keluarga akan mengalami berbagai hambatan yang berhubungan dengan tumbuh kembang mereka baik secara fisik serta psikologisnya. Virus yang sangat cukup berbahaya bagi anak saat ini adalah gadget. 

Anak yang semula begitu keranjingan tayangan televisi mulai beralih pada gadget. Hal ini sebenarnya tak sepenuhnya merupakan kesalahan anak. Anak terbiasa melihat orangtua atau orang dewasa lainnya yang berada di sekitarnya. Mereka hanya meniru dan tertarik dengan kebiasaan orangtua atau orang dewasa di sekelilingnya. 

Oleh karenanya untuk mengurangi dampak buruk dari virus gadget ini maka ada banyak hal yang perlu diperhatikan. Apalagi ditinjau dari kesehatan, dari seringnya "mengonsumsi" gadget maka kesehatan mata bisa terganggu akibat radiasi. 

Tanggungjawab Orang tua

Pendidikan pertama yang didapatkan anak adalah berasal dari orangtua. Ini tak dapat dipungkiri. Orangtualah yang bertanggung jawab atas karakter, perbuatan anak termasuk kecintaan anak terhadap gadget. 

Anak pastinya tertarik dengan gadget karena mereka terbiasa melihat orangtuanya asyik mengutak-atik gadgetnya. Apalagi anak dikenalkan dengan video yang tadinya mungkin bertujuan untuk menghibur anak agar tidak rewel. Akan tetapi langkah ini sebenarnya tidak tepat. Secara tak sengaja orang tua meracuni anak dengan cekokan hiburan. Padahal langkah tadi berdampak buruk bagi pertumbuhan anak. 

Jadi ada baiknya untuk menghibur anak yang baru rewel anak diajak bermain di luar rumah,  ajak mereka untuk menikmati udara segar di taman atau melakukan aktivitas lain. Jalin kedekatan secara fisik dan emosional terhadap anak agar anak merasa terhibur hatinya. 

Selain itu orang tua perlu memberikan buku-buku yang sesuai dengan usianya. Tujuannya agar anak mencintai dunia literasi. Ini akan membawa dampak luar biasa bagi anak di kelak kemudian hari. Mereka akan terbiasa membaca dan wawasannya lebih luas. 

Biarkan Anak Bersosial

Bagi anak bersosial sangat baik untuk melatih jiwa sosial, bekerjasama, simpati, empati kepada sesama. Melatih emosi ketika berhadapan dengan temannya akan baik untuk masa depannya. Mereka akan terbiasa menghormati perbedaan dan mengolah perasaannya. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline