Lihat ke Halaman Asli

Stem Cell, Pengobatan Mutakhir Masa Kini

Diperbarui: 30 Agustus 2018   22:11

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Kesehatan. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Schantalao

Belakangan ini, dunia dan Indonesia telah dihebohkan dengan teknik pengobatan yang mutakhir dan sangat berpengaruh dalam dunia kedokteran apalagi dunia biologi. Ya, mereka memanfaatkan sebuah sel yang unik bernama Stem Cell. Biasanya di Indonesia, ada terapi kecantikan atau pengobatan yang memanfaatkan Stem Cell ini. Banyak masyarakat yang minat dan ingin mengikuti pengobatan Stem Cell ini. Namun, mereka juga harus mengeluarkan uang atau dana besar juga untuk mendapatkan pengobatan Stem Cell ini. Pada dasarnya, terapi Stem Cell ini masih dalam tahap penelitian ketat oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan. Boleh-boleh saja bagi kita untuk mencoba, tetapi kita juga harus tahu pasti mana klinik atau lembaga yang benar-benar berwenang karena kesalahan sedikit saja pada klinik yang palsu dapat menyebabkan akibat fatal bagi peminat. Contohnya, ada 3 wanita di Florida, Amerika Serikat yang harus menderita buta permanen akibat terapi Stem Cell pada klinik yang tidak terpercaya dan bisa dikatakan berbahaya. Oleh karena itu, saya akan membahas lebih lanjut mengenai Stem Cell masa kini, tetapi sebelum itu kita perlu tahu terlebih dahulu mengenai Stem Cell.

Stem Cell atau yang lebih dikenal dengan nama local "Sel punca" ini adalah sel yang belum berdiferensiasi dan mempunyai potensi yang sangat tinggi untuk berkembang menjadi banyak jenis macam sel yang berbeda dalam tubuh. Arti belum berdiferensiasi ini memiliki makna bahwa Sel punca ini masih berupa sel induk atau sel batang, belum terdiferensiasi menjadi sel-sel turunan. Sel punca juga berfungsi sebagai sistem perbaikan sel-sel yang rusak demi kelangsungan hidup suatu organisme. Pada saat Sel punca membelah, sel yang baru mempunyai potensi untuk tetap menjadi sel punca atau membelah menjadi jenis sel yang lain.

Sel punca memiliki dua sifat penting dan unik yang membedakan sel punca ini dengan sel lain. Yang pertama, Sel punca belum merupakan sel dengan spesialisasi  fungsi melainkan dapat memperbaharui diri dengan pembelahan sel  bahkan setelah tidak aktif selama kurun waktu yang panjang. Yang kedua, dalam situasi tertentu Sel punca ini dapat diinduksi menjadi sel dengan fungsi tertentu seperti sel jaringan atau sel organ yang memiliki fungsi tersendiri. Peneliti medis meyakini bahwa  potensi Sel punca ini bisa menjadi obat dan solusi untuk menyembuhkan keadaan penyakit manusia dengan cara memperbaiki jaringan sel-sel yang rusak. Contohnya seperti pada sumsum tulang belakang dan darah tali pusar, Sel punca secara teratur membelah memperbaiki jaringan sel-sel yang rusak. Namun, hal ini belum dapat benar-benar diwujudkan sekarang ini.

Sel punca atau sel induk dapat digolongkan berdasarkan  potensi yang dimiliki maupun berdasarkan asalnya. Berdasarkan potensi, Sel punca dapat dibedakan atau digolongkan menjadi 4 macam.

  • Yang pertama, Sel punca ber-totipotensi (toti=total) yaitu Sel punca yang memiliki kemampuan untuk berdiferensiasi menjadi segala macam bentuk sel dan segala jenis sel, seperti sel ekstraembrionik, sel somatik, dan sel seksual. Jenis sel ini dapat berkembang dan dapat bertumbuh menjadi organisme baru bila diberi dukungan maternal yang memadai. Biasanya, Sel punca ber-totipotensi diperoleh dari sel embrio (hasil pembuahan sel sperma dengan sel telur).  
  • Yang kedua, Sel punca ber-pluripotensi (pluri=jamak) yaitu Sel Punca yang dapat berdiferensiasi menjadi berbagai macam sel-sel dalam tubuh, namun Sel Punca ini tidak dapat membentuk suatu organisme baru. Jenis sel ini dapat membentuk 3 lapisan ektoderm, mesoderm, dan endoderm. Contohnya, yaitu Sel Punca embrionik.
  • Yang ketiga, Sel Punca ber-multipotensi adalah Sel Punca yang dapat berdiferensiasi menjadi sel-sel dewasa, contohnya yaitu Sel Punca hematopoetik.
  • Yang keempat, Sel Punca ber-unipotensi (uni=tunggal) yaitu Sel Punca yang dapat menghasilkan satu jenis sel tertentu saja, namun memiliki kemampuan unik yaitu memperbarui diri dan kemampuan ini tidak dimiliki oleh sel lainnya.

Sel Punca berdasarkan asalnya dapat dibedakan menjadi banyak.

  • Yang pertama, ada Sel Punca embrio. Sel ini bisa didapat pada fase blastosit (masa 5-7 hari setelah fertilisasi) dan sifat yang dimiliki ialah sifat pluripote. Sel Punca ini dapat diaplikasikan menjadi sel-sel yang sering dijumpai pada organisme dewasa, seperti sel-sel otot, sel-sel darah, sel-sel ginjal, sel hati, dan masih banyak lagi.
  • Yang kedua, ada Sel Punca Germinal / benih embrionnik. Sel germinal (Sperma atau Ovum) dan prekusor sel germinal diploid ada pada sesaat embrio belum terasosiasi dengan sel somatik (sel tubuh) dan kemudian akan menjadi sel germinal.  Sel germinal embrionik manusia berasal dari sel germinal primordial dari janin berumur 5-9 minggu. Sifatnya sama dengan Sel Punca Embrio, yaitu bersifat pluripote. 
  • Yang Ketiga, ada Sel Punca Fetal. Sel Punca Fetal adalah sel punca primitif yang dapat ditemukan pada organ-organ fetus (janin) seperti sel punca hematopoietik fetal dan progenitor kelenjar pancreas.  Salah satu penelitian ada yang menemukan bahwa sel punca neural fetal yang ditemukan pada otak dapat berdiferensiasi menjadi sel neuron dan sel glial (sel pendukung pada saraf otak). Darah, plasenta, dan tali pusat janin adalah tempat atau lokasi yang kaya akan sel punca hematopoietik fetal ini.
  • Yang keempat, ada Sel Punca dewasa dan sel ini memiliki dua karakteristik. Karakteristik yang pertama adalah sel-sel ini dapat berproliferasi untuk periode atau waktu yang panjang untuk memperbarui diri maupun memperbanyak diri. Lalu, karakteristik yang kedua adalah sel-sel tersebut dapat berdiferensiasi untuk menghasilkan sel-sel khusus dengan karakteristik morfologi dengan fungsi yang khusus juga.
  • Yang kelima, ada Sel Punca Kanker. Sel punca kanker adalah sel yang mengaktivasi lintasan onkogenik berupa tumorigenesis yang akan membuat sel yang normal mengalami fase inisiasi tumor, namun sel punca kanker tidak memiliki sifat tumorigenik yang membahayakan. Dari data penelitian, sel punca kanker ini banyak ditemukan pada penyakit kanker otak, kanker payudara, leukemia, kanker usus besar, dan kanker kulit.

            Teknik terapi pengobatan sel punca memerlukan proses transplantasi. Transplantasi sel punca dapat dilakukan dengan beberapa cara.

  • Yang pertama, transplantasi auotologus. Transplantasi autologous adalah transplantasi yang menggunakan induk pasiennya sendiri yang dilakukan sebelum dimulainya kemoterapi dosis tinggi.
  • Yang kedua, ada transplantasi alogenik. Transplantasi alogenik adalah transplantasi yang menggunakan sel induk dari donor yang cocok, baik adanya hubungan keluarga dan bukan hubungan keluarga.
  • Yang ketiga, ada transplantasi singenik. Transplantasi singenik adalah transplantasi yang menggunakan sel induk dari saudara kembar yang identik. Menurut sumbernya, transplantasi sel punca ada beberapa jenis.
  • Yang keempat, ada transplantasi sel punca dari sumsum tulang belakang. Sumsum tulang belakang adalah jaringan spons yang pastinya ada di setiap vertebrata. Sel-sel punca hematopoietic banyak terdapat dalam tulang-tulang besar seperti tulang pinggang, tulang dada, tulang punggung, dan tulang rusuk.  Kira-kira 30 tahun yang lalu, transplantasi sumsum tulang belakang digunakan untuk pengobatan leukemia, limfoma jenis tertentu, dan anemia aplastik. Jika semua berjalan lancer, sumsung tulang belakang resipien akan tergantikan oleh sumsum tulang belakang baru yang telah ditransplantasikan. Namun, prosedur transplantasi ini jugamemiliki kelemahan karena akan menghancurkan sel darah putih.
  • Selanjutnya yang kelima, ada transplantasi sel punca dari darah tali pusat.  Sekitar 45 tahun yang lalu, peneliti menemukan bahwa dalam darah plasenta manusia ditemukan banyak sekali sel induk yang sama dengan yang ada pada sumsum tulang. Transplantasi ini dapat mengubah bahan sisa yang tidak dibutuhkan menjadi penyelamat jiwa manusia.

            Menurut saya, terapi pengobatan Stem cell (sel punca) ini adalah bukti bahwa dunia biologi berhasil berkembang dengan baik di seluruh dunia. Hanya dengan memanfaatkan sebuah sel ini, mereka dapat melakukan banyak sekali pengobatan kepada penyakit-penyakit yang berbahaya, seperti kanker, leukemia, tumor, dan masih banyak lagi. Dalam dunia medis, stem cell berhasil menjadi produk yang cukup sukses dan termasuk hebat. Contoh, apabila ditemukan seseorang yang memiliki penyakit jantung maka para dokter beserta tim medis akan mengobati pasiennya dengan cara mentransplantasikan sel punca jantung guna memperbaiki sel-sel di jantung yang rusak. Namun, banyak juga kegagalan dan permasalahan yang dilakukan oleh pihak tak berwenang terhadap kegiatan terapi sel puncanya. Tidak sembarang tempat boleh melakukan terapi sel punca. Harus ada izin dari pihak yang benar-benar pakar dan pemerintah. Kalau tidak, akibatnya akan ditanggung oleh pasien beserta tim pelaksana terapi sel punca ini. Maka dari itu, kita sebaiknya berpikir dua kali sebelum memutuskan untuk terapi sel punca. Keberlanjutan dan perkembangan stem cell tidak hanya sampai di sini. Kabarnya, peneliti berhasil menemukan stem cell jenis baru yang diberi nama "iPS". "iPS" sendiri merupakan singkatan dari "induced pluripotent stem cells". Bedanya dengan stem cell biasa adalah "induced pluripotent stem cells" ini memiliki sifat yang hampir sama dengan sel punca embrionik, namun tidak terbuat dari embrio. Dapat saya simpulkan bahwa "induced pluripotent stem cells" ini tidak memiliki permasalahan etik. Selain itu, "induced pluripotent stem cells" dapat dibuat dari sel yang bukan dari stem cell tubuh pasien sendiri, yang berarti "induced pluripotent stem cells" dapat diberikan dan ditransplantasikan kembali kepada pasien tanpa risiko rejeksi imun, dimana merupakan permasalahan yang sangat penting bagi transplantasi stem cell apapun. Menurut saya, berarti dalam dunia biologi, peneliti melakukan tugasnya dengan sangat baik karena bisa menemukan sebuah terobosan baru dan sel baru sejenis stem cell namun tidak berkesempatan untuk merugikan pasien seperti stem cell. Ya, seperti kita ketahui bahwa stem cell didapat dari embrio (hasil fertilisasi sperma dan ovum). Lalu, jika stem cell atau sel punca atau sel induknya diambil, maka bisa berkesempatan menimbulkan gangguan bagi embrio tersebut, bahkan bisa sampai kematian. Jadi saran dan kritik saya bagi dunia medis di Indonesia adalah pakailah teknologi dan pengobatan yang hebat dengan bertanggung jawab. Apalagi, terapi sel punca ini harus dilakukan sesuai prosedur medis dan dilakukan oleh pihak rumah sakit yang berwenang dan bertanggung jawab, tidak asal-asalan. Menurutku, terapi stem cell atau sel punca ini bisa menjadi solusi dan jalan keluar bagi para manusia di dunia ini yang mungkin masih memiliki penyakit yang serius karena menurut penelitian, stem cell dapat menyembuhkan berbagai penyakit yang cukup serius.

Daftar Pustaka

https://id.wikipedia.org/wiki/Sel_punca

https://ipscell.com/apakah-itu-stem-cell-sel-punca/

https://www.pinterpandai.com/stem-cell-sel-punca/

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline