Lihat ke Halaman Asli

Isur Suryati

TERVERIFIKASI

Menulis adalah mental healing terbaik

Berumah Tangga Tidak Sekadar Life Together tapi Love Together

Diperbarui: 1 September 2022   15:46

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi love together| Dok Pexels.com/Elina Fairytale

Mengarungi bahtera rumah tangga merupakan fase hidup yang niscaya akan dilalui oleh setiap individu di dunia ini.

Tentu saja, jika individu tersebut memutuskan bahwa dia akan menikah. Karena, sekarang ini banyak orang yang memilih untuk tidak menikah. Dengan beragam alasan dan faktor penyebabnya.

Kita tidak bisa menghakimi dan menyalahkan pilihan hidup orang lain. Mau menikah atau tidak, itu bukan urusan dan tanggung jawab kita.

Saat kita memutuskan untuk mengarungi bahtera yang bernama rumah tangga, dengan menikah bersama pasangan yang kita cintai.

Maka, pada awal-awal menikah akan banyak peristiwa yang tidak sesuai dengan ekspektasi. 

Umpama, sebelum menikah kita sering mengkhayalkan hal-hal atau peristiwa yang indah dan romantis bersama pasangan, seperti kata-kata yang mesra dan lemah-lembut, senyum manis, dan tatapan mesra. 

Setiap hari yang dilalui akan terasa indah. Karena, dilalui bersama orang yang kita cintai. Semua itu tidak sepenuhnya benar, ya. Tapi juga tidak sepenuhnya salah.

Di dalam kehidupan rumah tangga akan ada onak dan duri yang menghalangi jalan tempat kita berpijak dan melangkah. Dari mulai masalah adaptasi dua keluarga, masalah finansial, hingga drama mertua dan orang ketiga.

Bersyukur bila kita dikaruniai pasangan yang baik dan mau mengerti. Tidak egois dan ingin menang sendiri, tanpa peduli perasaan orang lain. 

Bila tidak, ya harus banyak-banyak mengelus dada dan bersabar. Karena, hidup memang berat.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline