Lihat ke Halaman Asli

Inosensius I. Sigaze

TERVERIFIKASI

Membaca dunia dan berbagi

Penulis Itu Bebas Gender dan Rahasia Kecil Kepuasan Batinnya

Diperbarui: 14 Desember 2021   15:12

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Penulis bebas gender dan rahasia kepuasan batinnya | Dokumen diambil dari: m.brilio.net

"Menulis tentang tema yang sulit ternyata punya kepuasan batin yang lebih. Jadilah penulis bebas gender."

Sorotan tema Kompasiana kali ini benar-benar menantang. Bagaimana nggak? Tema yang sangat spesifik terkait kehidupan perempuan - "Seluk beluk menstruasi."

Pertama membaca tema itu, langsung tidak berdaya. Gimana nulisnya ya rasanya terlalu sedikit pengetahuan tentang dunia itu. Cuma ingat penjelasan ibu guru waktu SMP dulu.

Rasa hati juga penuh pergulatan karena berhadapan dengan pertanyaan bagaimana saya bisa nulis tema itu? Berangkat dari pertanyaan itu, saya sebenarnya berterima kasih kepada Kompasiana karena telah membuka kemungkinan menjernihkan perspektif tentang menjadi seorang penulis.

Seorang penulis itu harus bebas gender dong

Penulis bebas Gender dimengerti dalam arti bahwa seorang penulis bisa menulis tentang apa saja, entah itu tentang laki-laki, atau tentang perempuan. Bahkan di Eropa sudah diakui identitas ketiga yaitu divers.

Seorang penulis tidak terikat oleh apapun dan apapun adalah kenyataan yang bisa ditulis. Pikiran inilah yang memberanikan saya coba menulis tema sorotan Kompasiana kali ini.

Nah, dari pikiran itu, saya menjadi sadar bahwa menulis di Kompasiana akhirnya sudah sangat menolong membuka perspektif dan cara berpikir menjadi lebih realistis dan terbuka. 

Oleh karena itu, saya sangat kagum dengan beberapa penulis Kompasiana yang pria khususnya langsung dengan cepat menulis tema tentang "seluk beluk menstruasi" itu. Bagi saya itu teladan (Vorbild) tentang seorang penulis yang realistis dan berpikir jernih.

Kebebasan menulis bagi seorang penulis

Kebebasan seorang penulis untuk menulis semestinya tidak dibatasi oleh apapun, ya dia bisa menulis tentang apa saja. Karena itu, seorang penulis tidak seharusnya fokus pada bidang yang menjadi kesukaannya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline