Lihat ke Halaman Asli

Ingatan Sihura

Kebersamaan keluarga suatu kebahagiaan sejati.

Bagaimana Aku Mengucapkan Selamat kepada Saudaraku di Serambi Mekkah?

Diperbarui: 20 Juli 2021   06:48

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Hari Raya Idul Adha.

[Sumber: INews]

 

Bagaimana Aku Mengucapkan Selamat Kepada Saudaraku Di Serambi Mekah?

Di pagi hari Selasa, 20 Juli 2021, Saya bangun dari tidur agaknya kecepatan. Saya kemudian melihat jam ternyata masih jam 05.00 wib. Karena hanya sendirian di rumah, saya kemudian membuka pintu dan duduk di teras sambil berenung sambil menikmati lantunan Azan yang dikumandangkan.

Di tengan lamunan saya, saya kemudian teringat bahwa hari ini adalah Hari Raya Idul Adha. Namun di balik itu juga saya terus bertanya apa itu hari Raya Idul Adha. Saya kemudian bartanya dalam hati: "Bagaimana saya mengucapkan selamat kepada saudaraku di serambi Mekah (Saudara-Saudariku Umat Islam)?"

Sebagai saudara sealiran Abrahamik, saya juga turut bergembira dan di dorong untuk mengucapkan selamat kepada saudara-saudaraku Umat Muslim. Namun saya dibatasi oleh pengetahuan saya terhadap makna dari perayaan yang ada itu.

Saya kemudian mendapat akal untuk mencoba meng-googling-nya. Saya melihat satu penjelasan mengenai "Sejarah Dan Makna Idul Adha" dari sebuah website yang bernama AmalQurban. Dari sana saya mencoba mengerti beberapa hal:

  • Hari Raya Idul Adha disebut juga sebagai Hari Raya Haji. Dalam kesempatan ini Kaum Muslimin menunaikan haji utama dengan wukuf di Arafah, menggunakan kain serba putih dan tidak berjahitan. Hal ini melambangkan kesederajatan di hadapan Allah dan semua diberi kesempatan kepada semua orang untuk mendekatkan diri kepada Allah.
  • Selain dinamakan Hari Raya Haji, Hari Raya Idul Adha juga disebut sebagai "Hari Idul Qurban". Hari Idul Qurban dinamakan karena pada hari ini dipercaya bahwa Allah memberi kesempatan kepada semua orang yang belum sempat menjalankan perjalanan haji untuk berkurban sebagai gantinya. Penyembelihan hewan Qurban ini menyimbolkan ketakwaan dan ketincaan semua orang kepada Allah SWT.
  • Kedua pengertian ini bermula dari sejarah perjalanan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Pada akhirnya perjalanan mereka ini memiliki makna yang besar untuk menunjukkan simbol dari Ketakwaan, Hubungan Antarmanusia, dan Peningkatan kwalitas diri.

Setelah membaca dengan cermat artikel tersebut, saya kemudian menjadi semakin diyakinkan untu dapat menemukan cara untuk mengucapkan selamat kepada saudara-saudariku umat muslim. Salah satu cara yang saya temukan yakni lewat tulisan yang sangat singkat ini.

Sebagai saudara seiman yang beraliran Abramik, saya diharuskan untuk tetap menjalin hubungan persaudaraan dan silahturahim. Dari penjelasan di atas, salah satu simbol yang bisa dikembangkan adalah hubungan antarmanusi. Dengan peningkatan hubungan inilah, jalinan silahturahim semakin erat.

Pada akhirnya, saya memberanikan diri untuk mengucapkan: "Selamat Merayakan Hari Raya Idul Adha Kepada Saudara-Saudariku Umat Muslim. Semoga dengan perayaan ini, Ketakwaan Kepada Allah SWT sungguh semakin ditingkatkan lewat hubungan persaudaraan kita dan pada akhirnya semua ini kita tampilkan secara bersama-sama dalam kwalitas diri kita masing-masing".

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline