Lihat ke Halaman Asli

Iksan Maulani

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Dongeng Kemenangan Timnas Garuda Atas Argentina Tak Terjadi Namun Patut Diapresiasi

Diperbarui: 19 Juni 2023   23:57

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

www.inesw.com

Sampai menit ke-90' kedudukan antara Indonesia kontra Argentina masih kuat 0 - 0. Sebuah open play dari Paredes ke Garnacho mampu dipatahkan Asnawi, kemudian Asnawi  sprint dan ia melakukan trupas cantik kepada Dimas Drajat, ketika sudah berhadapan dengan Emil Martiniz, seketika itu ada De Paul yang langsung menghajar kaki Dimas Drajat. Peluit wasit terdengar, De Paul di ganjar kartu kuning lantaran tekel keras. Indonesia mendapat penalti, dan Marck Klok mengeksekusi dengan baik, Indonesia 1 - 0 atas Argentina, dan bertahan sampai peluit akhir.

Begitula kira-kira dongeng kemenangan timnas Indonesia yang berhasil mengalahkan sang juara dunia. Namun, pada akhirnya timnas Indonesia harus mengakui dominasi permainan Argentina dengan skor akhir 2 - 0, skor yang sama ketika Albiceleste manaklukan Australia di laga sebelumnya.

Tekanan Argentina sudah diawali dari peluit pertama, mencoba umpan-umpan pendek, namun kokohnya pertahanan timnas Indonesia, membuat Alvarez tak mampu menciptakan gol. Para pemain Indonesia sempat membuat beberapa blunder yang tak mampu dimanfaatkan dengan baik oleh Alvarez dkk.

Lewat operan ke Paredes, dan dengan satu sentuhan, Paredez mengambil ancang-ancang dari jarak jauh, gol spektakuler terjadi. Tendangan keras yang tak mampu dibendung oleh Nando. Akhirnya Arbiceleste baru bisa mengungguli timnas Indonesia pada menit 38'.

Indonesia bukan tanpa perlawanan, pada tiga menit menjelang akhir babak pertama, Ivan Jener yang mendapat umpan cantik, melepaskan sepakan kesudut kanan gawang Emil Martines, namun kiper terbaik di piala dunia 2022 ini masih bisa menepis, skor masih 1 - 0 sampai akhir babak pertama.

Pada babak kedua, rotasi pemain dilakukan STY, alhasil Indonesia memilki beberapa peluang, terutama di menit ke-53' usai lemparan kedalamnya mampu disambut dengan baik oleh Elkan Bagot, tapi lagi-lagi Emil Martinez masih cukup tangguh. Petaka muncul tiga menit setelah itu sebuah tentangan sudut mampu disambut dengan baik oleh Romero, dan Argentina berhasil menambah keunggulannya.

Argentina melakukan beberapa rotasi diantaranya garnacho, untuk menambah gedor serangan Argentina. Namun, ketangguhan Asnawi mangkualam pada pertandingan ini tak mampu ia lewati. Bahkan beberapa kali pemain Manchester United tersebut kena gocek oleh kapten timnas tersebut.

Sampai menit 90+5 Argentina berhasil mempertahankan keunggulannya, dan Argentina memutus rekor STY yang tak pernah dikalahkan ketika main dikandang. Hasil tersebut mengejutkan, mengingat ranking Indonesia yang dibawah jauh dengan timnas Argentina. Memang Argentina tanpa Messi, Di Maria dan Ottamedi, namun Argentina tetaplah Argentina sang juara dunia terakhir.

Permainan sporadisnya hanya mampu mencetak 2 - 0 gol kegawang timnas Indonesia, itupun bukan dari open play atau permainan satu dua, yang biasa timnas Argentina mainkan.  Ketangguhan lini belakang timnas Indonesia patut diapresiasi, terlebih fisik timnas yang masih bisa bertahan sampai menit akhir, dan mampu mengimbangi, meskipun penguasaan bola kalah telak.

Hasil ini dapat dijadikan pelajaran untuk menatap laga besar selanjutnya terutama pada piala asia 2023 yang akan berhadapan dengan Jepang.

Gimana permainan timnas Indonesia tadi, apakah cukup puas?




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline