Lihat ke Halaman Asli

Ikrom Zain

TERVERIFIKASI

Content writer - Teacher

Kartu Debit di Tangan, Beli Bingkisan Lebaran Jadi Menyenangkan

Diperbarui: 15 Mei 2019   03:08

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi. - Dokpri.

Menjelang libur lebaran, saya biasanya kebagian tugas untuk membeli aneka kebutuhan khusus yang digunakan sebagai bingkisan bagi rekan-rekan ibu.

Bingkisan ini biasanya berupa minyak goreng yang akan disalurkan kepada rekan ibu di sekolah dan perkumpulan dasa wisma. Ada sekitar 30 buah minyak goreng kemasan 2 liter yang harus saya beli. Biasanya, saya mencari dahulu toko-toko yang menjual minyak goreng dengan harga murah dan kualitas bagus.

Sayangnya, saya sering kesulitan dalam melakukan kegiatan ini. Harga minyak goreng yang fluktuatif membuat saya bingung akan menyiapkan uang berapa. Ibu saya memang sempat berpesan agar saya mengambil uang dengan rentang harga rata-rata tengahan diantara harga minyak goreng di pasaran.

Semisal, untuk saat ini, harga minyak goreng di pasaran paling rendah adalah sekitar 21.000 rupiah. Harga tertinggi berkisar 30.000 rupiah. Maka, saya akan membeli minyak goreng yang berharga sekitar 24.000 hingga 25.000 rupiah.

Walau sudah menyiapkan anggaran sejumlah barang yang saya beli, nyatanya saya cukup riweh dalam bertransaksi. Ada kalanya, barang yang tersedia tidak terlalu lengkap di toko tersebut. Alias, jumlah minyak goreng yang ada tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dari jumlah barang yang akan disalurkan.

Atau, saat saya membeli minyak goreng, saya juga punya keinginan untuk membeli barang lain yang menjadi kebutuhan saya. Masak iya sudah jauh-jauh ke pusat grosir tapi tidak membeli apa-apa?

Maka, uang yang saya bawa pun menjadi tercampur. Saya harus memilah kembali barang yang saya beli untuk kebutuhan pribadi dan minyak goreng untuk hantaran. Belum lagi kalau toko tempat saya membeli barang terpisah, maka saya semakin bingung untuk mengkalkulasi segala jenis pengeluran tersebut.

Untuk mengatasi kendala tersebut, saya akhirnya berinisiatif menggunakan kartu debit BCA. Segala pengeluaran selama kegiatan belanja tersebut saya tanggung terlebih dahulu. Barulah kemudian, ibu saya akan mengganti uang pribadi yang saya gunakan sesuai jumlah minyak goreng yang dibeli.

Cara ini sangat mudah dan praktis. Saya tinggal membeli aneka barang apapun dan berapapun. Minyak goreng yang saya belipun juga tinggal masuk ke dalam struk belanja. Jikalau saya harus berpindah toko, saya juga memilih toko yang menyediakan mesin gesek untuk transaksi kartu debit BCA. Kadang, saya mendapat perlakuan khusus tidak perlu antre melalui kasir yang hanya melayani transaksi tunai.

Waktu bebelanja jadi lebih simpel dan praktis. Saya tak perlu repot-repot lagi memasukkan uang ke dalam dompet, menghitung kembalian, dan memisahkan kembali jenis barang yang saya beli. Ketika ibu saya mengganti uang untuk membeli minyak goreng dalam bentuk tunai, maka uang tersebut akan secara utuh kembali saya masukkan ke dalam rekening melalui mesin setor.

Bagaimana dengan ketersediaan mesin EDC yang bisa digunakan untuk transaksi perbankan ini? Apakah hanya terdapat dalam retail besar?

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline