Lihat ke Halaman Asli

Ulasan buku "ESQ For Teens"

Diperbarui: 27 November 2015   21:56

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

http://www.amartapura.com/uploadimg/f_e/esqforteens1_24947.jpg

Identitas Buku:

Judul Buku : ESQ For Teens 1 “Why You Need ESQ Zero Mind Process With 1 Value”

Pengarang : Ary Ginanjar Agustian & Ridwan Mukri

Penerbit : PT. ARGA Publishing

Cetakan : Ke-Limabelas (XV)

Tahun Terbit : 2008

Jumlah Halaman : 141

 

            Buku ini menguraikan latar belakang (Why you need ESQ) dan penjernihan emosi (Zero Mind Process). Dalam buku ini, penulis berusaha menggabungkan Emotional Intelligence (EQ) yang didasari dengan hubungan antara manusia dengan tuhannya (SQ), sehingga menghasilkan ESQ : Emosional Spiritual Questiont. Ary Ginanjar memaparkan pemikirannya melalui sebuah ESQ model, berfikir secara jernih terlepas dari belenggu pemikiran yang selama ini menghalangi kecerdasan emosi manusia. Hasil dari penjernihan emosi ini dinamakan “God-Spot” yang tanpa disadari membuat kita menjadi ‘buta’ diantara tujuh belenggu yang menutupi suara hati: Prasangka Negatif, Prinsip Hidup, Pengalaman, Kepentingan & prioritas, sudut pandang, pembanding, dan literature.

            Untuk penjernihan emosi (Zero Mind Process)  diantaranya yaitu; Zero Mind 1: Hindari selalu berprasangka buruk, upayakan berprasangka baik kepada orang lain. Zero Mind 2: Berprinsiplah selalu kepada Allah yang Mahaabadi. Zero Mind 3: Bebaskan dirimu dari pengalaman-pengalaman yang membelenggu pikiran, berpikirlah merdeka!. Zero Mind 4: Dengarlah suara hati, peganglah prinsip “karena Allah”, berfikirlah melingkar, sebelum menentukan kepentingan dan prioritas. Zero Mind 5: Lihatlah semua sudut pandang secara bijaksana berdasarkan semua suara hati yang bersumber dari Asmaul Husna (99 Thingking Hat). Zero Mind 6: Periksa fikiran kamu terlebih dahulu sebelum menilai segala sesuatu, jangan melihat sesuatu karena pikiran anda, tetapi lihatlah sesuatu karena apa adanya. Zero Mind 7: Janganlah terbelenggu oleh literature-literatur, berpikirlah dengan merdeka, jadilah orang yang berhati “ummi”.Penulis juga menjabarkan mengenai cara membangun alam berfikir dan emosi secara sistematis berdasarkan rukun iman.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline