Lihat ke Halaman Asli

Handi DWiP

Blogger

Praktik Implementasi Kurikulum Merdeka Menjadi Semangat Baru untuk Pendidikan Bangsa Indonesia yang Lebih Berkualitas

Diperbarui: 22 Maret 2023   13:34

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Kurikulum di Indonesia telah mengalami banyak perubahan, namun perubahan ini pastinya akan tetap terus berlanjut seiring perkembangan zaman. Kemendikbud pada tahun 2022/2023 menerapkan kurikulum merdeka, apa itu kurikulum merdeka? Apa bedanya dengan kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum 2013?

Mentri Pendidikan Nadiem Anwar Makarim, menjelaskan kurikulum merdeka ini akan lebih fokus kepada materi esensial sehingga para tenaga pengajar tidak perlu buru-buru dalam menjelaskan atau memaparkan materi pembelajaran, sehingga dapat lebih memperhatikan proses belajar murid dan juga pengembangan karakter melalui projek penguatan profil pelajar Pancasila.

Profil Pelajar Pancasila berperan sebagai referensi utama yang mengarahkan kebijakan-kebijakan pendidikan termasuk menjadi acuan untuk para pendidik dalam membangun karakter serta kompetensi peserta didik. Profil  pelajar Pancasila memiliki enam dimensi, yaitu 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, 2) Mandiri, 3) bergotong royong, 4) berkebinekaan global), 5) bernalar kritis, 6) kreatif. Dengan dimensi ini diharapkan para pelajar akan menjadi lebih kompeten, berkarakter dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.

Berbeda dengan kurikulum 2013 yang mengedepankan sistem pembelajaran yang sudah tersistematis atau sudah diatur, kurikulum merdeka lebih mengedepankan minat belajar para pelajar dengan memberikan mereka pilihan-pilihan fokus pembelajaran yang mereka inginkan. Selain itu, para guru juga bisa memilih metode pembelajaran atau memilah materi-materi yang akan diajarkan.

Sekolah bisa merancang sendiri operasional pembelajaran untuk bisa menyesuaikannya dengan tingkat kemampuan para murid supaya sekolah-sekolah yang memiliki fasilitas minim, lebih mudah dalam memberikan pelajaran. Karena para guru tidak lagi akan terbebani dangan metode pembelajaran yang kurang fleksibel.

Namun, kurikulum 2013 tidaklah sepenuhnya tergantikan oleh kurikulum merdeka ini. Sekolah-sekolah masih bisa memilih untuk menerapkan kurikulum merdeka atau tidak. Kurikulum merdeka diimplementasikan untuk melihat bagaimana kualitas pembelajaran yang digunakan, hingga nantinya akan benar-benar akan diterapkan pada tahun 2024/2025.

Kurikulum merdeka ini juga akan menyesuaikan metode pembelajaran di setiap daerah, sehingga fokus dalam metode pembelajarannya juga bisa berbeda-beda. Salah satu contoh yang diberikan oleh Bapak Anindito Aditomo selaku Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan adalah misalnya, di Jakarta Pusat bisa jadi berbeda dengan sekolah yang ada di Kepulauan Seribu, projek penguatan karakter yang cocok untuk murid-murid di kota metropolitan akan berbeda dengan yang cocok untuk mereka yang ada di kota nelayan atau di desa yang agraris.

Dengan kurikulum merdeka, para guru dituntut untuk berinisiatif dan juga percaya diri untuk dapat merancang sendiri kurikulum operasional mereka. Bukan berarti mereka membuat sendiri kurikulum operasionalnya, hal ini sudah disediakan oleh pemerintah, dan para guru dapat memilih modul pembelajaran yang cocok untuk diterapkan.

Adapun pesan yang ingin disampaikan oleh Bapak  Menteri Pendidikan Nadiem Anwar Makarim dalam penerapan kurikulum merdeka ini adalah:

pesan pertama adalah bahwa kurikulum Merdeka bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran bagi semua murid. Peningkatan kualitas pembelajaran secara berkeadilan ini merupakan tujuan utama dari merdeka belajar secara keseluruhan, karena itu kurikulum Merdeka dirancang selaras dengan program-program Merdeka belajar yang lain, mulai dari asesmen nasional, rapor Pendidikan, berbagai program pelatihan guru, sampai seleksi masuk perguruan tinggi negeri. kurikulum Merdeka dibuat sebagai kerangka yang fleksibel dan memerdekakan. 

Dengan fleksibilitas ini, kurikulum Merdeka dapat dan memang harus disesuaikan dengan fasilitas yang dimiliki visi misi sekolah, dan juga dengan kebutuhan belajar murid. Dengan demikian kurikulum Merdeka dapat diterapkan di semua satuan pendidikan dan di semua daerah dengan beragam kondisi.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline