Lihat ke Halaman Asli

Y. Edward Horas S.

TERVERIFIKASI

Pendiri Cerpen Sastra Grup (cerpensastragrup.com)

Mengapa Buku yang Anda Beli Harus Anda Baca?

Diperbarui: 28 Oktober 2021   10:45

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dua puluh enam buku kumpulan cerpen yang saya beli selama kurang lebih setahun, telah saya baca habis semuanya, sumber: dokumentasi pribadi

Seumur-umur, pasti Anda pernah membaca buku. Kendati tidak hobi, minimal buku pelajaran di sekolah. Mau tidak mau, dibaca agar lulus ujian. Bagi yang hobi membaca, ada buku lain sesuai selera masing-masing. 

Masih adakah buku teronggok begitu saja, berlapis debu, yang sengaja dibeli oleh Anda, tetapi tidak terbaca habis, bahkan tidak sempat dibaca, atau mungkin tidak ingin dibaca sama sekali?

Saya selalu kagum dengan sebagian orang yang tersimak baik di film maupun kenyataan, yang selalu saja membawa buku ke mana pun pergi. Di kereta, pernah terlihat orang membaca buku. Dalam pesawat pun demikian. 

Barangkali mereka suka atau ada keperluan lain yang memaksa untuk membaca buku. Saya dulu waktu ujian sekolah, kerap membaca buku dalam angkutan kota. 

Detik-detik terakhir sebelum masuk kelas, masih dibaca. Maksudnya, agar hafalan tidak hilang di tengah jalan dan masih teringat seusai membuka soal dan hendak mengisi lembar jawaban. Hahaha...

Motif beli buku

Sungguhlah beragam motif orang beli buku. Kalau sekolah, memang kewajiban guna belajar. Kalau hobi, disinyalir bisa karena suka dengan penulisnya. 

Boleh jadi, ingin belajar dari cara menulis si penulis. Bisa pula, sekadar ikut-ikutan punya buku agar tidak dianggap kuno. Tidak perlu-perlu amat, tetapi memutuskan membeli, semisal karena hubungan persaudaraan atau pertemanan.

Ikut menyemarakkan dan mendukung profesi teman sebagai penulis. Sah-sah saja dan bebas dilakukan. Tetapi, dalam setiap pembelian buku, ada pengorbanan dikeluarkan.

Waktu untuk memilih, ongkos transportasi, dana untuk membeli, dan selanjutnya yang tentu bisa diuangkan. Barangkali kita sepakat, pengorbanan beli buku janganlah sampai sia-sia.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline