Lihat ke Halaman Asli

Setelah 13 Tahun Gempa dan Tsunami Aceh, Sudahkah Kita Siap Menghadapi Bencana Alam?

Diperbarui: 26 Desember 2017   15:42

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

hidayatullah.com

Musibah gempa dan tsunami telah meluluh lantakan Aceh 13 tahun lalu. Masyarakat Aceh selalu memperingatinya dengan zikir dan do'a untuk mengenang para korban  jiwa yang jatuh. Rehab dan rekonstruksi telah selesai. Setelah 13 tahun gempa dan tsunami, Sudahkah masyarakat aceh siap menghadapi bencana alam ?

Berbicara mengenai bencana alam Indonesia merupakan ring of fire. Indonesia dikelilingi oleh daerah rawan bencana alam.Salah satunya gempa bumi setiap hari terjadi di Indonesia kalau kita lihat di web BMKG selalu saja ada daerah atau wilayah yang mengalami gempa bumi setiap harinya.

Begitupula dengan daerah Aceh, gempa masih saja mengoyang bumi serambi mekah ini. Terahir gempa yang banyak makan korban dan menimbulkan kerusakan parah gempa di Pidie Jaya pada tahun 2016, biarpun cuma gempa berskala 6 Sr namun mampu membuat  banyak kerusakan dan korban jiwa.

Pengalaman Panik Dalam Hotel

Pada tahun 2016 bulan Desember saya ditugaskan untuk ikut pelatihan di Kota Banda Aceh. Saya menginap di Hotel Grand Aceh Syariah. Malam pertama setelah mengikuti kegiatan pembukaan dan kegiatan lainnya saya tutup hari itu dengan istirahat.

Sebelum azan sholat shubuh berkumandang tiba-tiba saya dikejutkan dengan goyangan gempa yang sangat terasa menhayak hotel tempat saya menginap, kami panik dan berhamburan lari keluar kamar hotel, Bumi masih berguncang keras ketika kami semua berada diluar kamar, sambil menyusuri jalan keluar yang masih sangat jauh dari pintu utama. "kita bertahan dibawah atap kanopi hotel ini saja, karena atap berbahan kaca kalaupun rubuh kita cuma kena kaca saja, " kata salah seorang teman saya guru geografi. Ironisnya hotel ini tidak memiliki pintu darurat. Seandainya gedung ambruk akibat gempa itu maka akan memakan banyak korban jiwa karena hotel pada saat itu sedang rame tamu yang menginap.

Lalu kamipun bertahan dibawah kanopi hotel sampai gempa berlalu sambil takbir dan zikir sungguh pengalaman yang luar biasa. Setelah itu ada kabar bahwa seorang ibu yang terinjak-injak ketika berlarian saat panik tadi, beliau menderita luka luka dan terpaksa pulang lebih awal karena teroma.

Masih Minim Pasilitas Keselamatan Bencana

Pintu darurat serta peralatan bencana alam lain masih sangat minim. Pasilitas umum serta pusat berkumpul seperti hotel perlu dilengkapi dengan pasilitas keadaan darurat. Pasilitas pintu darurat, alat pemadam perlu dipastikan ada pada gedung-gedung tempat berkumpul masyarakat. Pemerintah wajib memeriksa semua bangunan untuk melihat apakah sudah memiliki semua pasilitas darurat  dan harus diperiksa apakah dapat berpungsi dengan baik.

Perlunya Latihan Bencana

Sudah tidak terdengar adanya kegiatan latihan bencana. Latihan bencana harus tetap dilaksanakan oleh pemerintah jangan sampai merasa kan tidak ada bencana jadi tidak perlu diadakan latihan bencana lagi itu merupakan kesalahan besar.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline