Lihat ke Halaman Asli

Hennie Triana Oberst

TERVERIFIKASI

Penyuka traveling dan budaya

Schlittenfahren, Ayo Meluncur di Atas Salju!

Diperbarui: 21 Desember 2020   19:57

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bermain kereta luncur - foto: pixabay.com/Bru-nO

Rasa kagum yang tak habis-habis ketika menikmati pemandangan salju putih menyelimuti semua permukaan bumi dan pepohonan.

Saya suka menikmati pemandangan ini, sangat suka. Tetapi jangan diminta saya berjalan lama-lama di atas salju, apalagi salju yang sudah mengeras akibat terpijak-pijak kaki, ataupun terlindas ban kendaraan.

Licin dan berbahaya jika tidak hati-hati. Selain itu, sol sepatu yang dikenakan harus yang layak untuk digunakan di atas salju.

Pengalaman terjengkang di atas salju sudah pernah saya rasakan. Untungnya, masih tetap ada untungnya, hanya memar di beberapa bagian tubuh, bukan cedera berat. Satu tetangga saya bahkan pernah patah tulang kakinya karena terpeleset dan terbanting lantaran salju menjadi lapisan es.

Agak berbeda jika berjalan di hamparan salju yang tebal dan lembut, kemungkinan terpeleset jarang terjadi. Salju tebal ini bisa dijadikan tempat yang menyenangkan untuk bermain. Bermain di atas salju bagi anak-anak adalah keceriaan yang tidak boleh dilewatkan.

Anak-anak paling gembira menyambut salju turun dan meninggalkan lapisan yang tinggi. Ketika anak saya masih kecil, biasanya saya temani dia membuat orang-orangan salju di halaman rumah. Mirip dengan si Oscar dalam film Frozen.

Di permukaan tanah yang tidak rata lebih menyenangkan lagi, bisa berseluncur di atasnya.

Jalan kecil di depan rumah - foto: HennieTriana

Kami kebetulan tinggal di daerah yang berbukit-bukit, seperti umumnya wilayah Jerman bagian selatan. Beberapa puluh meter dari rumah kami  berdiri sekolah dasar. Di belakang sekolah adalah tanah terbuka yang lumayan curam. Tempat ini biasa digunakan untuk seluncuran.

Saya sering menemani anak saya berseluncur dengan kawan-kawannya di sana. Biasanya kami membuat janji, pukul berapa untuk bertemu di sana. Ibu-ibu mereka merupakan teman saya, jadi waktu kami untuk mengawasi anak tidak akan membosankan.

Sementara anak-anak bermain bersama, kami, para ibu bisa mengobrol, sambil mengawasi.  Saling bertukar camilan dan minuman panas sudah disiapkan dari rumah. Tetapi jangan dibayangkan kami duduk santai di sana.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline