Lihat ke Halaman Asli

Hennie Engglina

TERVERIFIKASI

Pelajar Hidup

Siapakah yang Terbesar di Antara Kita?

Diperbarui: 4 Oktober 2019   07:02

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

gambar: wallpaper flare

Suatu ketika guru saya mendapat pertanyaan dari salah seorang muridnya tentang siapa yang terbesar di antara murid-muridnya. Jawabannya mengejutkan, tidak populer, bahkan bisa tidak diminati sama sekali, sebab ia menjawab, "Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya."

Awalnya kami tidak mengerti, tetapi dari pengajaran demi pengajaran yang ia berikan, perkataan guru saya itu mendapat pengertiannya, bahwa orang yang besar adalah orang yang rendah hati.

Jalan hidup manusia berbeda-beda. Tidak semua manusia akan menjadi "orang besar" di mata dunia. Akan selalu ada "orang kecil", karena akan selalu pula ada manusia yang mengecilkan sesamanya manusia menurut standar penilaian dunia.

senandika 31 | dokpri

Akan tetapi, puji syukur kepada Tuhan Yang Mahaesa, sebab penilaian "besar" di mata-Nya bukanlah berdasarkan penilaian "besar" oleh dunia.

Pada kesempatan lain, guru saya menyampaikan perumpaan tentang orang kaya yang begitu dimuliakan di dunia karena kekayaannya. Pada saat orang kaya itu mati, ia terkejut melihat seorang miskin, yang ketika di dunia sering duduk meminta-minta, saat itu tampak berada di pangkuan Abraham, sementara ia berada di dalam api.

Ternyata, bukan kekayaan yang membuat orang kaya di dunia itu ada di situ, tetapi karena hatinya telah menjadi sombong; angkuh; tinggi hati karena kekayaannya. Kepalanya telah lebih tinggi dari topinya.- Ketika Kepala Lebih Tinggi dari Topi

Perumpamaan itu mengajarkan, bahwa apa yang terlihat besar di dunia belum tentu besar di dalam kemuliaan-Nya. Saya pun teringat pesan Nabi Samuel: "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati."

Kelebihan yang dimiliki oleh manusia kerap membuat kepala manusia lebih tinggi dari topinya; merendahkan orang lain, mengecilkan, meremehkan, menganggap enteng, menganggap tidak penting, dan sebagainya.

Batas pemujaan manusia hanya sampai di liang lahad dan kenangan dalam sejarah dunia, tapi setelah itu adalah bagaimana Tuhan menilai kita.- Mengenal Lebih Jauh Apa Itu Rendah Hati

Marilah kita tetap sabar menjalani kenyataan hidup kita dengan tidak menyerah, tetapi terus berusaha dan berjuang meraih yang lebih baik lagi dengan juga berupaya memiliki kerendahan hati.

Jadi, siapakah yang terbesar di antara kita? Wallahu a'lam.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline