Lihat ke Halaman Asli

Bert Toar Polii

Saya adalah penggemar olahraga bridge yang sangat fanatik dan ingin berbagi tentang berbagai kelebihan dan manfaat olahraga ini. Waktu luang saya digunakan untuk memperkenalkan tentang kampung saya Tondano.

Alumni SMANTO 170-1 Peduli Tondano

Diperbarui: 21 Juli 2020   21:25

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

ALUMNI SMANTO 170-1 PEDULI TONDANO

Oleh : Bert Toar Polii

Akumni Smanto 170-1 Tondano mencoba membuat gebrakan  spektakuler peduli Tondano menanggapai berbagai masukan dari WAG Tondano Kinatounku.

Bersama tokoh-tokoh senior dari Tondano, seperti Vreeke Runtu, Harry Montolalu, Lucky Kalonta, Kiddy Mamuaya, Edu Pakasi, Ibu Joice Ansori Rumbayan, Frans Wagey  dan lain-lain, Alumni Smanto 170.1 merencanakan dua kegiatan besar peduli Tondano dengan cara memperindah Kota Tondano.

Ada dua program yang direncanakan, jangka pendekMari  Menanam Bunga di halaman rumah atau dalam bahasa Tondano Meimou Tumanem Wungang Waki Kalasan.

Agar menarik maka akan dibuat semacam lomba yang rencananya jika memungkinkan dikaitkan dengan perayaan HUT Minahasa yang jatuh pada tanggal 5 Nopember 2020 atau selambat-lambatnya sebelum Hari Natal 25 Desember 2020.

Selain itu untuk program jangka menengah di jalan-jalan masuk ke Tondano seperti dari Tataaran sampai Tondano, dari Tounsaru, Touliang Oki, Papakelan ditanam Tabebuya kuning atau pohon terompet emas, sejenis tanaman yang berasal dari Negara Brazil yang sering dikira tanaman dari Jepang karena mirip tanaman sakura.

Program jangka menengah ini akan melibatkan masyarakat Tondano atau yang mencintai kota Tondano dimanapun mereka berada untuk ikut peduli dengan keindahan kota Tondano. Caranya mereka bisa mengadopsi pohon Tabebuya dengan mengisi dompet peduli dan Koperasi atau wadah yang dibentuk akan menanam kemudian memelihara pohon tersebut. Sebagai ucapan terima kasih, nama yang adopsi akan ditulis di pohon atau di area sekitar pohon.

Namun tentu saja ini perlu bekerjasama dan melibatkan instasi terkait dari Pemda Minahasa.

Sebagai Personal in Charge untuk membentuk kepanitian di Tondano telah ditetapkan Dr. Anetha Lyta Flora Tilaar, M.Si dari Unima dan Ir. Petrus Rizal Richard Ignatius Montong.

Selanjutnya program kedua adalah program jangka panjang untuk membentuk Koperasi yang salah satu tujuan utama untuk memberdayakan sawah-sawah di sekeliling Tondano terutama di daerah Boulevard Tondano dan di sisi jalan dari Kiniar menuju Touliang Oki, dari Katinggolan menuju Papakelan agar tidak terbiar seperti saat ini.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline