Lihat ke Halaman Asli

Hardiriyanto

Hardiriyanto, staf pengajar di SMP MARSUDIRINI Bogor.

Paikem Gembrot: Guru Bak Pelatih Sepak Bola

Diperbarui: 14 April 2021   12:06

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber : muda.kompas.id dan bola.kompas.com

Sepak bola merupakan satu dari banyak cabang olahraga permainan. Dalam praktiknya di lapangan hijau, terkadang strategi maupun taktik yang telah menjadi ramuan sang pelatih seringkali menjadi penentu keberuntungan tim atau kesebelasan. Sebaliknya, terkadang strategi maupun taktik justru menjadi ketidakberuntungan tim atau kesebelasan. 

Ada kalanya, improvisasi atau kreasi para pemain malah menjadi penentu keberhasilan meskipun tak banyak. Pada akhirnya, bisa jadi improvisasi atau kreasi tersebut justru menuai kontra persepsi dari sang pelatih. Oleh karena itu, sang pelatih harus segera tanggap dengan situasi yang terjadi dengan mengubah strategi maupun taktik permainan.

Pelatih sepak bola biasanya menganalisis pola permaian para pemain pada laga sebelumnya terlebih dahulu, baik dalam performa secara individu maupun secara kolektif atau tim. Bahkan para pemain justru sudah mendapatkan bayangan pola permainan lawan  dari sang pelatih sebelum laga berikutnya diselenggarakan. Selanjutnya, para pemain berlaga setelah mendapatkan arahan pola permainan, tujuan, serta strategi dan penerapan taktik pada laga pertandingan yang baru.

Pada awal permainan, para pesepakbola biasanya masih mengamati dan meraba-raba pola permainan lawan dengan penuh kehati-hatian. Sang pelatih memberi arahan atau instruksi dari tepi lapangan untuk tetap mengatur ritme permainan anak asuhnya. Sesekali ia pun memberi teriakan-teriakan tertentu kepada skuad timnya agar tetap konsisten dalam mengamati dan mengeksplorasi pola permainan kolektif. Jika memang  perlu, ia memberi instruksi khusus pada pemain tertentu. Dengan aktif, mereka menerapkan intruksi pelatih pada awal laga. Dengan kreatif, mereka pun bisa saling berkoordinasi dalam menyikapi pola permainan lawan. Permainan yang efektif tetap menjadi acuan atau tolok ukur pola permainan.

Kecenderungan untuk melakukan inovasi permainan, memunculkan permainan yang menyenangkan dan menggembirakan, serta menunjukkan bobot permainan tetaplah menjadi tujuan olahraga dari negeri Ratu Elisabeth tersebut. Cabang olahraga tersebut, termasuk permainan yang mengutamakan keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Apabila  seorang guru mengandaikan peserta didik sebagai pemain sepak bola, rasanya seolah-olah guru tersebut mulai berpikir dengan otak kiri dan otak kanan. Dalam kurun waktu yang bersamaan, ia mesti merencanakan sebelas peserta didik utama dan sebelas peserta didik cadangan agar mampu mengikuti arahan dari guru. Harapannya, selama durasi waktu yang sama, mereka tetap mengikuti instruksi dari guru.

Sementara itu, seorang guru bak pelatih sepak bola yang telah menyiapkan strategi maupun taktik dengan memilih dan memilah metode pembelajaran terlebih dahulu sebelumnya. Ketika Kegiatan Belajar  Mengajar (KBM) berlangsung, terkadang sang guru menemui kendala terkait pencapaian tujuan pembelajaran melalui metode pembelajaran yang telah disiapkan. Mau tidak mau, ia harus segera tanggap dengan situasi tersebut. Dengan penuh kejelian dan ketelitian, Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) tetap layak untuk menjadi tolok ukur dalam menyikapinya. Perubahan dalam langkah-langkah pembelajaran tetap pantas untuk menjadi alternatifnya.

Pada awal pembelajaran, guru umumnya memberikan apersepsi dan motivasi sebelum mempelajari materi pembelajaran yang baru. Guru biasanya memberi pertanyaan terkait dengan materi pembelajaran terdahulu. Setelah itu, barulah ia memberi motivasi agar peserta didik siap mempelajari materi pembelajaran yang baru. Lalu, pembelajaran dengan materi baru pun dimulai setelah mereka memperoleh penjelasan tentang tujuan dan materi pembelajaran. Pada bagian ini, peserta didik masih mengamati dan menanyakan materi pembelajaran yang baru. 

Terkadang, guru masih memberikan kesempatan agar peserta didik saling berproses. Guru lebih cenderung memancing kekreatifitasan berpikir dan mengemukakan pendapat antarsesama peserta didik. Sesekali, sang guru memberikan arahan kepada beberapa siswa atau siswi yang perlu mendapatkan perlakuan atau perhatian khusus.

Ketika peserta didik mempelajari materi tentang teks puisi, maka mereka akan mengamati terlebih dahulu contoh-contoh karya sastra puisi dengan aktif. Bahkan dengan kreatif, mereka bisa saling mendiskusikan unsur-unsur pembangun karya sastra puisi berdasarkan hasil pengamatan beberapa contoh puisi yang didengar dari tayangan youtube maupun yang dibaca dari buku paket atau sumber bacaan yang diunduh maupun disarankan dibaca dari internet. Secara efektif, mereka bisa menyimpulkan dengan sementara hasil temuan yang telah diperoleh.

Lebih mendalam lagi ketika sudah sampai pada tahap mengeksplorasi. Peserta didik lebih dapat menelaah unsur-unsur pembangun karya sastra puisi. Dengan inovasi masing-masing, mereka dapat menunjukkan bukti yang menunjukkan unsur-unsur fisik maupun unsur-unsur batin yang terdapat pada sajian atau kutipan teks puisi. Pada bagian inilah, terdapat kemungkinan bagi mereka untuk mulai merasakan kondisi pembelajaran yang menyenangkan dan gembira.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline