Lihat ke Halaman Asli

Halima Maysaroh

TERVERIFIKASI

PNS at SMP PGRI Mako

Memahami dan Menyusun Soal Asesmen Kompetensi Minimum (AKM)

Diperbarui: 4 November 2023   19:39

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

(DOK. KOMPAS.com/FERGANATA INDRA RIATMOKO)

Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah jenis penilaian yang menyesuaikan dengan keterampilan yang dibutuhkan pada abad 21. Soal-soal pada Asesmen Kompetensi Minimum berorientasi pada kemampuan bernalar kritis menggunakan bahasa atau disebut literasi membaca dan kemampuan bernalar hitungan yang disebut numerasi.

Manfaat Assessmen Kompetensi Minimum adalah untuk meningkatkan standard pendidikan yang dibutuhkan di lapangan kerja. Selain itu juga untuk mempertahankan standar pendidikan yang sudah ada, tentunya yang sudah sesuai standar.

Jika Asesmen Kompetensi Minimum itu disusun berdasarkan kebutuhkan keterampilan abad 21, maka perlu dikenali keterampilan apa saja yang dibutuhkan di era ini. Keterampilan abad 21 yang dibutuhkan murid adalah literasi dasar, literasi membaca, numerasi, iterasi sains, literasin ICT, literasi finansial, litersi budaya dan kewarganegaraan. Maka pada Asesmen Kompetensi Minimum haruslah menjawab kebutuhkan keterampilan tersebut.

Kompetensi yang diharapkan dapat dimiliki oleh murid abad 21 adalah Kompetensi berpikir kritis, memiliki kreativitas, memiliki kemampuan berkomunikasi dan memiliki kemampuan berkolaborasi. Sedangkan karakteristik murid yang diharapkan adalah Kualitas karateristik memiliki rasa ingin tahu, mampu berinisiatif, memiliki kegigihan, mampu beradaptasi, memiliki jiwa kepemimpinan dan memiliki kesadaran sosial dan budaya.

Jenis Asesmen

Pada kesempatan kali ini, saya akan mengulas dua jenis asesmen. Dua jenis tersebut adalah Asesmen Kompetensi Minimum Nasional dan Asesmen Kompetensi Minimum Kelas.

Asesmen Kompetensi Minimum Nasional berfungsi untuk mengevaluasi. Sampel yang ikut serta dalam AKM Nasional ini adalah murid kelas 5, kelas 8 dan kelas 11. Pelaksanaan standarnya oleh pusat.

Sedangkan Asesmen Kompetensi Minimum Kelas berfungsi untuk memahami hasil belajar individu murid. Pelaksaanan AKM kelas dilakukan oleh guru di kelas pada setiap pertemuan.

AKM kelas meliputi proses pembelajaran, mengukur pemahaman dan meninjau tercapainya tujuan pembelajaran juga untuk refleksi pembelajaran dan pengajaran guru. Hasil AKM kelas dapat dijadikan patokan tindak lanjut pembelajaran berikutnya.

Terdapat beberapa tahapan dalam menyusun AKM kelas. Tahanpan tersebut meliputi  mengalisis SKL/Ki/KD/CP, menyusun kisi2, mengembangkan instrument penilaian, dan menyusun kunci skor.

Mungkin secara general orang berpikir bahwa guru sangat disibukkan dengan AKM Nasional dengan segala teknisnya. Tetapi sesungguhnya jika benar-benar menggunakan Asesmen Kompetensi Minimum di kelas, guru akan menghabiskan waktu sungguh-sungguh dalam menyusun AKM kelas. Sayangnya, banyak guru yang selalu dijadikan AKM Nasional sebagai berhelatan akbar, tanpa memprioritaskan AKM kelas yang sesungguhnya membentuk murid dalam kesehariannya yang dituntut untuk memiliki kompetensi abad 21.

Menyusun Kisi-kisi

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline