Lihat ke Halaman Asli

Hadi Santoso

TERVERIFIKASI

Penulis. Jurnalis.

Setop Judes, Pelaku UMKM hingga Pemilik Warung Perlu Menguasai Skill Berbicara Baik

Diperbarui: 24 September 2022   12:57

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Pelaku UMKM perlu menguasai skill berbicara baik kepada orang lain demi membesarkan usahanya/Foto: Kompas.com

Entah sudah menjadi suratan takdir atau belum mendapatkan pencerahan, ada banyak orang berdagang tapi tidak paham bagaimana cara berkomunikasi yang baik kepada pembeli yang datang ke toko/lapaknya.

Di beberapa kota yang pernah saya tinggali selama hidup dan bekerja sebagai 'buruh pabrik koran' (baca jurnalis), saya tidak sekali dua kali, tapi beberapa kali menemukan jenis orang seperti ini.

Mereka yang cara berkomunikasinya buruk, bersikap jutek, bermuka masam, dan tidak ramah ketika ada calon pembeli yang mampir ke lapak dan toko dagangannya.

Pernah makan di warung, pelayan yang melayani dan yang punya warung, wajahnya cemberut. Pun, omongan yang keluar dari mulut mereka tidak enak didengar. Ketus. Judes.

Pernah juga, datang ke sebuah toko busana untuk membelikan istri mukena baru. Ketika istri tengah memilih-milih mukena yang akan dibeli, saya yang ikut masuk ke toko dan melihat-lihat barang jualan yang lain, malah ditanya dengan ketus.

"Nyari apa, ya pak?" ujar pelayan toko dengan nada menginterogasi.

Langsung saya jawab: "Nganterin istri saya, mbak?"

Lah, apa iya, saya yang mengantar istri berbelanja, harus menunggu di luar toko sembari main handphone di atas jok motor. Toh, saya juga tidak bikin rusuh di dalam tokonya. Hingga mereka terdiam ketika istri memutuskan membeli mukena di toko itu.

Dan memang, perlakuan jutek dan bermuka masam ini acapkali dipicu karena mereka menganggap kita datang ke tokonya hanya untuk melihat-lihat. Tidak beli. Mungkin, mereka menganggap kita tidak mampu beli karena melihat apa yang kita bawa.

Pernah saya dan istri, datang ke toko yang menjual kasur springbed dan furnitur rumah. Dari awal masuk toko, melihat-lihat ini itu, tidak ada pelayan toko yang mendampingi.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline