Lihat ke Halaman Asli

Guıɖo Arısso

TERVERIFIKASI

ᗰᗩᖇᕼᗩEᑎ

Menerka Keberadaan Tuhan Atas Air

Diperbarui: 4 Maret 2021   13:31

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi KOMPAS

"Air adalah pusaka publik yang harus dijaga oleh semua orang"

Kita semua tentunya memiliki kesamaan pandangan bahwa air adalah sumber kehidupan bagi seluruh ekosistem yang ada di permukaan bumi. Air menjadi pemuas dahaga dikala kita haus dan menyegarkan dikala gerah.

Sekiranya air dapat menunjang kebutuhan hidup semua mahluk di alam ini. kosekuensi logisnya bahwa, tanpa adanya air, mahluk hidup tentu pasti akan lenyap dan binasa. Maka dari itu, air sangat menentukan keberadaan dan peradaban kita.

Bila menghela narasi tentang air, dengan sendirinya kita teringat akan Mori Jari Dedek (Tuhan sang pencipta). Hal ini bertolak dari sebuah kesadaran bahwa, wangsa air bukanlah fenomena yang ada begitu saja. Melainkan buah karya agung Tuhan.

Bila berbicara tentang air, saya ingin membedahnya menggunakan pisau filosof Gottfried Leibniz. Di mana pada kajian filsafat Leibniz, air diejawantahkan sebagai salah satu dari sekian monade yang tercipta oleh-Nya.

Dengan kata lain, secara metafisis Tuhan merupakan substansi dasar dan telah menunjukan eksistensiNya di dalam air(monad) itu sendiri. Dalam hal ini, saya pikir air mempunyai kedudukan yang sama dengan segenap ciptaan lainnya di muka bumi ini.

Jadi, sudah selayak dan sepantasnya kita sebagai sesama ciptaan harus saling menjaga dan memelihara. 

Lalu, bagaimana usaha kita dalam menjaga dan mengelola air itu?

Bila menggunakan terminologi air sebagai monad a la Leibniz di atas, kita umat manusia harus menempatkan air secara ekuilibrium (setara/sejajar). Suatu sisi, agar kita memanfaatkan air sebagai medium dan/atau sarana yang bisa menghantarkan kita sampai kepada sang Pencipta.

Bila kita menyibak lebih jauh lagi, melalui air kita dapat memuji sang Pencipta. Penghargaan kita terhadap air juga merupakan wujud rasa syukur dan penghargaan kita terhadap sang Khalik.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline