Lihat ke Halaman Asli

Gilang Dejan

TERVERIFIKASI

Sports Writers

David Pannick QC, Defender Termahal Manchester City Musim Ini

Diperbarui: 16 Juli 2020   16:55

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

fdlaw.co.uk

Mahkamah Arbitrase Olahraga (CAS) mengabulkan banding Manchester City atas hukuman larangan bermain dua tahun di Eropa oleh UEFA di markas CAS yang bertempat di Lausanne, Swiss, pada Senin (13/7) petang WIB. Rival sekota Manchester United itu dinyatakan tak melanggar aturan Financial Fair Play (FFP) dengan tuduhan menyamarkan pendanaan ekuitas sebagai dana sponsor.

Namun demikian, CAS tetap menjatuhkan denda 10 juta euro atau sekitar 163 miliar rupiah lantaran pihak Manchester City tidak kooperatif saat diperiksa oleh UEFA. Bagaimana pun juga, dalam hal ini City bisa dikatakan sebagai pemenang dalam pertandingan yang biasanya sulit sekali untuk dimenangkan itu.

Sebab, menilik beberapa kasus sebelumnya yang pernah terjadi, sebut saja AC Milan yang didiskualifikasi dalam ajang Liga Europa dan Malaga pada tahun 2013 yang dilarang tampil di kompetisi UEFA, mereka tak bisa bernegosiasi perihal sanksi dengan UEFA.

Pun dengan PSG dan Chelsea, tim asal London itu bahkan menerima hukuman yang lebih berat dengan tidak boleh aktif di bursa transfer dalam kurun waktu tertentu. Hal tersebut bikin Frank Lampard akhirnya harus memanfaatkan skuad yang ada dan mencari tambahan pemain baru dari akademi klub.

Lantas faktor apa yang membuat City bisa memenangkan banding? Salah satunya adalah sosok pengacara kondang terkemuka asal Inggris, David Pannick QC. City mesti merogoh kocek 20 ribu paun atau setara 360 juta rupiah per hari.

Dengan demikian pria kelahiran Islington 64 tahun silam itu mengantongi uang yang lebih besar dari para pemain bertahan Manchester City. Jika dihitung per minggu, pengacara yang biasa berpraktik di bidang hukum publik dan HAM ini memperoleh upah sebanyak 140 ribu paun.

Angka tersebut tentu lebih tinggi dari upah yang diterima Benjamin Mendy 90 ribu paun per pekan, John Stones 100 ribu per pekan, Nicolas Otamendi dan Aymeric Laporte 120 ribu per pekan. Sementara itu, kasus FFP yang merundung City ini bergejolak sekitar 5 bulan, anggap saja 150 hari kerja. Berarti 3 juta paun masuk ke rekening Pannick. Dengan catatan, yang dihitung hanyalah gaji pokok saja, tidak termasuk bonus menang banding dari Syeikh Mansour.

Jejak mentereng Pannick bisa ditemui ketika dirinya berhasil memenangkan dua perselisihan clientnya, Gina Miller, dengan eks Perdana Menteri (PM) Inggris Theresa May dan PM Inggris Boris Johnson dalam perkara Brexit. Ia sukses mewakili Miller untuk mengentikan Theresa May mengeluarkan Inggris dari Uni Eropa tanpa persetujuan dari parlemen tahun 2016 silam.

Dan Pannick membela Miller sekali lagi tahun 2019 ketika dia mengatakan kepada Mahkamah Agung bahwa Boris Johnson telah memberikan saran yang salah kepada Ratu Inggris ketika mencoba untuk menunda parlemen.

Richard Cramer, spesialis hukum olahraga, mengatakan jika The Cityzens melimpahkan kasus hukumnya pada sosok yang handal sehingga menghasilkan hasil yang luar biasa.

"Manchester City mampu menunjuk sosok legal terbaik yang dimiliki negara ini, tidak semua klub mampu melakukannya. Mereka mengandalkan anak emas, yakni David Pannick QC. Ia merupakan sosok handal, sangat terkemuka dan mengerti sekali mengenai isu tersebut. Dia dan timnya telah menghasilkan hasil yang luar biasa," tukas Cramer. Seperti dikutip dari Omnisport.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline