Lihat ke Halaman Asli

M. Ghaniey Al Rasyid

Pemuda yang mencoba untuk menggiati kepenulisan

Menilik Kembali Peran Intelektual

Diperbarui: 11 November 2020   23:00

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sumber: Retorics.blogspot.com

Di tengah kehidupan yang terus bergerak dan mengalami perubahan. Beberapa segmen dalam kehidupan mengalami dinamisasi.

Perkembangan teknologi dan nalar manusia membangkitkan sebuah arah dan gerakan baru untuk membaca realitas sosial.

Peranan intelektual sangat dibutuhkan dalam menafsirkan dan memberikan rekomendasi terhadap problematika sosial.

Mengamati realitas sosial yang saling memiliki keterkaitan, menempa intelektual yang kadang membuat mereka berdarah dan menderita dalam menentukan sebuah sikap.

Tekanan untuk bersuara dan menyatakan sikap sering sekali dibenturkan dengan kekuatan modal ataupun penguasa yang beresiko mengancam keberadaan mereka karena sikap suci untuk menyuarakan kebenaran. Mentalitas kaum intelektual selalu diuji dengan perihal tersebut.

Penyampaian menarik dari Antonio Gramsci dalam bukunya, Selections from Prison Notebooks (1978) bahwasannya "Semua manusia adalah intelektual, tetepi tidak semua orang dalam masyarakat memiliki fungsi intelektual". Gramsci mengklasifikasikan intelektual menjadi dua bagian; Intelektual tradisional dan organik.

Gramsci mengklasifikasi intelektual tradisional seperti guru, pendeta atau ulama dan admintrastor.

Sedangkan untuk intelektual organik lebih ditujujukan kepada pakar dan professional yang siap mendedah segala hambatan dalam menentukan sebuah sikap.

Penyamapaian Antonio Gramsci mengilhami kita bahwasannya setiap individu mempunyai kebebasan dalam memahami dan menginterpretasikan sebuah kondisi untuk memantik nalar kritis masyarakat terhadap gejala sosial ataupun kesewenang-wenangan penguasa dalam membangun sebuah regulasi.

Peranan intelektual organik seperti yang disampaikan oleh Gramsci, adalah insan yang siap menentang realisme masa.

Mereka siap memberikan kritik otokritik yang bersifat sangat dinamis, walaupun itu dianggap sebagai kenyamanan yang semu.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline