Lihat ke Halaman Asli

gemogibran

Pendengar dan Penanya

Kau dan Kota Lama

Diperbarui: 5 September 2022   08:51

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Gitar terpetik merdu ditelingaku.

Melodi samar terdengar tanpa terlihat gitarnya.

Menyelinap lembut dari telinga menuju hati.

Samar namun mengaburkan mesin yang menderu kencang.

Pula suara klakson atau peluit tukang parkir.

.

Dari atas menuju Kota Lama.

Aspal menjadi karpet merah.

Lampu-lampu di pinggir jalan terlihat terbang bak kunang-kunang,

seolah tepuk tangan melihat sepasang yang mesra menunggangi roda dua.

Tak perlu kaca spion, aku tahu kau sedang tersenyum.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline