Lihat ke Halaman Asli

fransiskus malen

Fransiskus Malen

Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 6 Ditutup, Guru Penggerak Siap Menjadi Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah?

Diperbarui: 31 Mei 2023   23:43

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Prof. Dr. Nunuk Suryani,  M.Pd. (kiri), bersama Dr. Praptono, M.Ed (kanan). (sumber gambar: Kemdikbudristek)

Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 6 Ditutup. 

Guru Penggerak Siap menjadi Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah?

Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) telah menghasilkan Guru Penggerak yang hebat di seluruh penjuru Indonesia. PPGP merupakan kegiatan pengembangan profesi melalui pelatihan dan pendampingan yang berfokus pada kepemimpinan pembelajaran agar mampu mendorong tumbuh kembang peserta didik secara holistik; aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik; serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem pendidikan untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila. Profil pelajar Pancasila yang dimaksud adalah peserta didik yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.

Program ini bertujuan memberikan bekal kemampuan kepemimpinan pembelajaran dan pedagogi kepada guru sehingga mampu menggerakkan komunitas belajar, baik di dalam maupun di luar satuan pendidikan serta berpotensi menjadi pemimpin pendidikan yang dapat mewujudkan rasa nyaman dan kebahagiaan peserta didik ketika berada di lingkungan satuan pendidikannya masing-masing. Rasa nyaman dan kebahagiaan peserta didik ditunjukkan melalui sikap dan emosi positif terhadap satuan pendidikan, bersikap positif terhadap proses akademik, merasa senang mengikuti kegiatan di satuan pendidikan, terbebas dari perasaan cemas, terbebas dari keluhan kondisi fisik satuan pendidikan, dan tidak memiliki masalah sosial di satuan pendidikannya.

Sejak 24 Agustus 2022, sebanyak 8.151 guru di Indonesia telah diseleksi untuk mengikuti PPGP Angkatan 6. PPGP didesain untuk mendukung hasil belajar yang implementatif berbasis lapangan dengan menggunakan pendekatan andragogi dan blended learning selama 6 (enam) bulan. Kegiatan PPGP dilaksanakan menggunakan metode pelatihan dalam jaringan (daring), lokakarya, dan pendampingan individu. Proporsi kegiatan terdiri atas 70% belajar di tempat bekerja (on-the-job training), 20% belajar bersama rekan sejawat, dan 10% belajar bersama narasumber, fasilitator, dan pendamping/Pengajar Praktik (PP).

Program Guru Penggerak merupakan program kepemimpinan pembelajaran yang akan mendorong wellbeing ekosistem sekolah mengharapakan Guru Penggerak berpartisipasi aktif dalam menggerakkan komunitas belajar, menjadi coach dan mentor bagi rekan guru yang lain menjadi pendorong kolaborasi antara guru dan stake holder. Guru Penggerak menjadi pendorong peningkatan kemandirian di sekolah masing2.

Pada 13 Mei 2023 yang lalu, Program Pendidikan Guru Penggerak (PPGP) Angkatan 6 selesai, ditandai dengan pelaksanaan Lokakarya 7 Panen Hasil Belajar.  

Pada hari ini, Rabu, 31 Mei 2023, Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 6 secara resmi ditutup secara virtual.

Di bagian awal sebelum acara penutupan, Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan, Dr. Praptono, M.Ed., menyampaikan laporan bahwa Program Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 6 dimulai 24 Agustus 2022 dan selesai pendidikan 13 Mei 2023 dari sejak seleksi awal sampai akhir pendidikan. Seluruh peserta mempelajari 3 paket modul yaitu Modul I tentang Paradigma dan Visi GP, Praktik pembelajaran yang berpihak pada peserta didik dan paket Modul 3 tentang pemimpin pembelajaran dalam pengembangan sekolah. 

3 paket modul ini menjadi 10 modul yaitu Refleksi Filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara, Nilai-nilai dan Peran Guru Penggerak, Visi Guru Penggerak, Budaya Positif, Pembelajaran untuk Memenuhi Kebutuhan Peserta Didik, Pembelajaran Sosial dan Emosional, Coaching untuk Supervisi Akademik, Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebijakan sebagai Pemimpin, Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya, dan Pengelolaan Program yang berdampak pada peserta didik. 

Selama pendidikan, para peserta mendapatkan pembekalan dari para Fasilitator, pendampingan dari Pengajar Praktik, mengikuti Lokakarya, membuat aksi nyata, dan Lokakarya 7 yang disebut Lokakarya Panen Hasil Belajar. Jika ditotal peserta telah mengikuti kegiatan selama 310 jam pembelajaran. Praktik baik dari para peserta telah disebarkan di berbagai media sosial di Youtube, Facebook, dan banyak diunggah di Platform Merdeka Mengajar. Karya-karya mereka sudah diunduh oleh ratusan bahkan jutaan guru. Dengan konten refleksi, aksi nyata dari pembelajaran - pembelajaran yang telah diberikan sehingga terjadi perubahan dan transformasi dalam pendidikan nasional kita.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline