Lihat ke Halaman Asli

Fitri Surya Meliana

Mahasiswi UIN Maliki Malang

Perkembangan Otak dan Bahasa pada Anak Usia Dini

Diperbarui: 10 Mei 2022   16:28

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Alam dan Teknologi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Anthony

Ada banyak kata sekitar 60.000 kata yang berbeda dan tersimpan dalam kamus verbal manusia yang disebut leksikon. Tetapi sebagian besar kata lainnya dapat dipahami dan secara konstan kata-kata baru tersebut terus dihasilkan. Bahasa memiliki hakikat yang dinamis, yang artinya tidak dapat terlepas dari kemungkinan perubahan yang sewaktu-waktu yang akan terjadi.

Seseorang dapat mempelajari dan memperoleh bahasa itu sejak usia dini, karena anak itu lebih mudah dalam memperoleh dan mempelajari bahasa baru dibandingkan orang dewasa. Kita dalam berbahasa tidak mungkin terlepas dari fungsi pada otak. Otak memiliki peranan yang sangat penting dalam berbahasa.

Nahh otak manusia itu dibagi menjadi dua belahan yaitu hemisfer kiri dan hemisfer kanan. Dalam hemisfer kiri memiliki fungsi yang berhubungan dengan logika, kemampuan membaca dan menulis, dan pusat dalam matematika. Sedangkan otak kanan berfungsi dalam mengembangkan Emotional Quotient (EQ).

Lalu kali ini saya akan mengenalkan dua area dalam otak yaitu Area Broca dan Area Wernicke.

Area Broca

Area Broca adalah bagian otak manusia yang terletak pada posterior gyrus frontal dalam daerah Brodmann 44 dan 45. Area Broca ini memiliki peran dalam proses bahasa, kemampuan dalam memahami bicara, dan kemampuan untuk memproduksi bahasa. Jika ada seorang anak yang mengalami gangguan pada Area Broca, maka anak tersebut akan mengalami gangguan saat berbicara meskipun itu ia dapat memahami ucapan orang lain dengan baik. Orang yang mengalami cedera otak di area broca dapat disebut dengan Afasia Broca.

Afasia Broca merupakan gangguan bahasa yang menyebabkan seseorang tidak dapat berbicara atau komunikasi dengan orang lain. Gangguan ini memiliki pengaruh yang besar dalam menulis, berbicara, dan mengganggu saat orang lain ingin mengekspresikan keinginannya. Penderita Afasia Broca pasti akan kesulitan dalam memilih kata dan membuat kalimat yang benar, namun hal itu tidak mempengaruhi atau mengurangi tingkat kecerdasan seorang yang mengalami gangguan Afasia.

Adapun penyebab utama yang sering dialami pada orang yang mengalami gangguan Afasia Broca yaitu stroke, karena tidak ada aliran darah ke otak dan menyebabkan kerusakan pada bagian otak dalam memproses bahasa. Sekitar 25-40% orang yang mengalami stroke pasti juga akan mengalami Afasia Broca. Seorang yang menderita afasia broca akan sulit dalam mengutarakan sesuatu yang ia ingin utarakan, dan ia ragu serta putus-putus saat berbicara dengan lawan bicaranya.

Area Wernicke

Area Wernicke merupakan bagian dari otak manusia yang terletak pada korteks serebral di sebelah kiri belakang gyrus temporal superior. Bagian ini terletak pada area Brodmann 22 dan biasanya terletak pada belahan otak kiri. Area Wernicke ini memiliki hubungan erat dengan Area Broca dalam otak manusia. Peran Area Broca yaitu memproduksi kata-kata, sedangkan peran Area Wernicke yaitu untuk memahami suatu perkataan dan ucapan. Area Wernicke ini beresiko mengalami kerusakan, kerusakan yang terjadi di area ini akan menyebabkan beberapa masalah medis. Gangguan yang terjadi pada Area Wernicke ini biasa disebut dengan Afasia Wernicke.

Anak yang sedang menderita Afasia Wernicke akan mengalami gangguan pada komunikasinya. Penderita Afassia Wernicke bisa berbicara dengan lancar, namun kata-kata yang diucapkan itu tidak bisa dipahami dan tidak masuk akal. Ada beberapa gejala yang menyebabkan Afasia Wernicke, yaitu:

  • Tidak dapat memahami arti dari kosa kata
  • Dapat berbicara dengan baik tetapi tidak masuk akal
  • Tidak dapat memahami kata yang tertulis
Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline