Lihat ke Halaman Asli

Evi Siregar

TERVERIFIKASI

Dosen-peneliti

Hacienda dan Eksploitasi Kekayaan Alam di Spanyol Baru

Diperbarui: 14 Mei 2019   21:57

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Hacienda San Miguel Regla di Hidalgo, Meksiko. Foto: Evi Siregar

Setelah Hernan Cortes berhasil menjatuhkan Imperium Aztek (dan membunuh para pemimpin suku lainnya), praktis bangsa Spanyol menguasai sebagian besar wilayah yang kita kenal sekarang dengan nama Meksiko dan menjadi penguasa tunggal. 

Hal pertama yang dilakukan Hernan Cortes adalah mendeteksi kekayaan alam yang dimiliki wilayah tersebut. Sementara itu, ia menulis surat kepada Raja Carlos V dan meminta dikirimkan pastor untuk mengevangelisasi penduduk asli dan melaporkan bahwa telah ada pembagian wilayah untuk mengadministrasikan kegiatan ekonomi secara baik agar dapat dipastikan (dan ditingkatkan) upeti untuk kerajaan. 

Selain itu, ia juga meminta ijin melakukan perbudakan (memperbudak penduduk asli), karena toh perbudakan sudah ada dalam masyarakat Aztek, dan membagi-baginya di antara orang-orang Spanyol yang ada di sana.

Dari sini dapat kita lihat tiga kegiatan utama dalam  kolonisasi spanyol, yaitu: eksploitasi sumber daya alam (kegiatan ekonomi), kegiatan agama dan perbudakan. Ini mengakibatkan terbentuknya masyarakat baru yang terbagi dalam dua kelas, yaitu penguasa (orang-orang Spanyol) dan rakyat (penduduk asli). 

Penguasa memiliki hak untuk menerima upeti dan jasa dari rakyat dan penguasa adalah tangan raja yang memiliki kekuasaan penuh. Sementara itu, rakyat menerima proteksi, pendidikan, dan agama dari penguasa dan harus tunduk kepada penguasa.

Eksploitasi kekayaan yang dilakukan bangsa Spanyol di wilayah jajahan mereka sebenarnya tidak jauh berbeda apa yang dilakukan bangsa Belanda di Indonesia, misalnya. Yang berbeda adalah model pengelolaannya. 

Kalau pemerintah Belanda menyerahkan pengorganisasian kegiatan ekonomi di wilayah jajahan mereka kepada VOC (sebagai sebuah perusahaan), pemerintah Spanyol menyerahkannya kepada perorangan, yang dikenal dengan nama hacienda. Selama masa kolonisasi di wilayah Spanyol Baru, hacienda memiliki peran yang sangat penting.

Istilah hacienda sebenarnya dibawa dari Spanyol (yang berasal dari wilayah Andalucia), yang merujuk pada kepemilikan tanah yang sangat besar dan ekploitasi hasil dari tanah tersebut. 

Ketika dibawa ke wilayah Spanyol Baru, istilah hacienda dihubungkan dengan kegiatan eksploitasi daerah rural secara besar-besaran, perampasan kekayaan, kekayaan penguasa yang berlimpah, perbudakan, dan sekaligus swasembada pangan. 

Halperin Donghi mengatakannya sebagai sebuah organisasi yang berorientasi pada permintaan eksternal, tetapi mereka sama sekali bukan kapitalis. Kata hacienda juga merujuk pada pemiliknya. 

Mereka merupakan pemegang kontrol absolut atas kekayaan yang dikeluarkan dari tanah jajahan, jauh lebih kompleks daripada tuan tanah.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline